BANYUMAS – Delapan anggota Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) Kwartir Cabang Banyumas tahun 2026 resmi menyandang status anggota baru. Pengukuhan digelar di Halaman Kantor Balai POM Kabupaten Banyumas, Sabtu (7/11/2026), dipimpin Kepala Balai POM setempat, Gidion, S.Si., M.Sc., yang juga menjabat Ketua Majelis Pembimbing Satuan Karya (Mabisaka) POM.
Momen ini bukan sekadar seremoni. Delapan anggota dari lima pangkalan di lingkungan Kwarcab Banyumas itu langsung “dibanjiri” pembekalan usai dikukuhkan. Hadir pula perwakilan Kwartir Cabang dan Dewan Kerja Cabang (DKC) Banyumas yang mendampingi seluruh rangkaian kegiatan.
Dalam amanatnya, Gidion menegaskan bahwa pengukuhan adalah titik mula, bukan garis finis. “Saya berharap para anggota mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan serta berperan aktif dalam mendukung edukasi pengawasan obat dan makanan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dari Konsumen Cerdas sampai Bisnis Jamu
Peserta tak hanya mendapat teori di ruang kelas. Materi pertama datang langsung dari Gidion: Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) tentang Saka POM dan Pramuka Konsumen Cerdas. Dilanjutkan materi Satuan Karya Pramuka oleh Doni Damara dari Bidang Bina Satuan Kwarcab Banyumas.
Yang menarik, peserta juga diajak menengok dapur industri jamu bersama PPJAI. Di sesi ini, mereka diperkenalkan pada praktik pengembangan produk berbahan jahe yang dikemas modern dan inovatif—mulai dari Violet Galaxy, Ginger Sparkling, hingga Scarlet Ruby. Ilmu bisnis pun ikut diselipkan.
Jelajah Laboratorium, Bukan Sekadar Pos
Sesi paling seru datang lewat kegiatan Jelajah Krida-Krida Saka POM. Ada empat pos yang harus dikunjungi peserta. Bedanya, jelajah ini digelar langsung di laboratorium Balai POM Kabupaten Banyumas. Peserta pun bisa melihat dari dekat aktivitas dan proses pengujian di lab—pengalaman yang jarang didapat pramuka biasa.
“Melalui rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan anggota Saka POM semakin memahami peran dan fungsi Satuan Karya Pramuka, meningkatkan pengetahuan tentang keamanan obat dan makanan, serta memiliki kecerdasan dalam memilih produk konsumsi,” lanjut Gidion.
Tak berhenti di situ, pengenalan inovasi produk jamu dan jelajah laboratorium diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas serta jiwa kewirausahaan anggota. Bekal ini dinilai penting agar mereka bisa berkembang dan memberi kontribusi positif bagi masyarakat.
Sementara itu, Doni Damara dari Andalan Bina Satuan menyebut Saka POM sebagai Satuan Karya Pramuka rintisan di Kwarcab Banyumas. “Kehadirannya diharapkan menjadi wadah pembinaan generasi muda untuk mengenal lebih jauh bidang pengawasan obat dan makanan sekaligus mendorong lahirnya Pramuka yang cerdas, mandiri, kreatif, dan peduli terhadap kesehatan masyarakat,” katanya.
Dengan kombinasi edukasi konsumen, praktik laboratorium, dan sentuhan kewirausahaan, pengukuhan kali ini membuktikan satu hal: jadi anggota Saka POM Banyumas berarti siap jadi pramuka yang melek produk—bukan sekadar pandai baris-berbaris.
Pewarta: Alri Johan
Editor : Angga Saputra







