KEDUNGBANTENG — Kontingen Pramuka MI Ma’arif NU 1 Dawuhanwetan menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Lomba Tingkat II (LT II) Kwartir Ranting (Kwarran) Kedungbanteng 2026. Regu putra dan putri madrasah tersebut berhasil menyabet gelar Juara Umum 1 sekaligus memborong 11 gelar juara dari berbagai cabang perlombaan.
Kegiatan yang digelar Kwarran Kedungbanteng itu berlangsung pada 3–5 November 2026 di Lapangan Beji dengan mengusung tema “SATRIA, Penggalang Tangguh, Berkarakter dan Berprestasi”.
Keberhasilan meraih dua gelar juara umum sekaligus menjadi bukti kesungguhan pembinaan kepramukaan di MI Ma’arif NU 1 Dawuhanwetan. Selama perlombaan, kontingen menunjukkan kemampuan, kedisiplinan, kekompakan, dan semangat juang dalam mengikuti setiap mata lomba.
Dari 11 gelar juara yang diraih, lima di antaranya merupakan Juara 1, tiga Juara 2, dan dua Juara 3. Rinciannya, Juara 1 Putra dan Putri Reportase, Juara 1 Putra Pionering, Juara 1 Putra dan Putri Penjelajahan, serta Juara 1 Putra K3.
Kemudian Juara 2 Putri Fotografi, Juara 2 Putri Pionering, dan Juara 2 Semaphore Dance. Sementara Juara 3 diraih pada mata lomba Yel-Yel Regu dan PBB Tongkat.
Kepala Madrasah MI Ma’arif NU 1 Dawuhanwetan, Umi Rohayati, S.Ag, selaku Ketua Mabigus menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas prestasi yang berhasil diraih seluruh anggota kontingen. Menurutnya, capaian tersebut merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, semangat berlatih, kekompakan, serta doa dan dukungan seluruh keluarga besar madrasah.
Ia berharap para peserta didik tidak cepat berpuas diri dengan prestasi yang telah diraih. Kemenangan hendaknya menjadi motivasi untuk terus belajar, mengembangkan potensi, menjaga akhlak, serta meningkatkan kualitas diri.
“Prestasi bukan hanya tentang membawa pulang piala dan penghargaan, tetapi juga tentang proses membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan. Jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang. Tetap rendah hati, terus bersemangat, dan jangan pernah berhenti belajar,” pesannya.
Keberhasilan kontingen juga tidak terlepas dari peran para Pemimpin Regu (Pinru), yakni Izul sebagai Pinru Putra dan Thalita sebagai Pinru Putri. Keduanya turut menggerakkan anggota regu, menjaga koordinasi, serta membangun kekompakan dan kerja sama selama mengikuti rangkaian perlombaan.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi hasil dari proses pembinaan dan latihan yang melibatkan banyak pihak. Dukungan Kamabigus, para pembina, dewan guru, orang tua, serta seluruh keluarga besar madrasah menjadi kekuatan bagi para peserta dalam mengikuti kompetisi.
Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus berprestasi, berani mencoba, pantang menyerah, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Dasa Darma Pramuka.
Pewarta: Alri Johan
Editor : Angga Saputra








