INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Pengalaman Tangani Varian Delta, Cilacap Perketat Cegah Masuknya Omicron, Ini Kata Dinkes

Selasa, 11 Januari 2022

Cilacap – Kabar mengenai ancaman gelombang 3 Covid-19 dengan munculnya varian Omicron di Indonesia menjadi perhatian seluruh daerah termasuk Kabupaten Cilacap. Dengan pengalaman menangani varian Delta, Pemkab Cilacap berupaya mencegah masuknya Omicron dengan prokes ketat dan percepatan vaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap Pramesti Griana Dewi mengatakan, bahwa hingga saat ini belum terdeteksi adanya penyeberan varian Omicron di Cilacap. Meski demikian, untuk mencegahnya, masyarakat diminta tetap menerapkan protokol kesehatan ketat dengan 5M yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Sampai saat ini belum terdeteksi adanya Omicron di Kabupaten Cilacap, kasus Covid masih ada satu dan bukan Omicron,” ujar Pramesti saat dihubungi, Selasa (11/01/2022).

Sedangkan terkait dengan pengalaman masuknya varian Delta ke Cilacap yang dibawa oleh anak buah kapal (ABK) kapal asing, pihaknya juga memastikan untuk memperketat jalur kapal di pelabuhan serta melakukan sampling antigen di sejumlah titik rawan termasuk di perbatasan masuk Cilacap.

“Di pelabuhan lebih diperketat, sampling pemeriksaan antigen juga sudah dilakukan di pintu perbatasan sejak Natal dan Tahun Baru kemarin, sekarang samplingnya kepada kelompok rawan saja,” ujarnya.

Sedangkan ditanya soal keberadaan warga negara asing yang ada di Cilacap yang dominan bekerja di sektor industri, pihaknya juga memastikan masih aman dan belum terdeteksi adanya penyebaran Omicron.

“Keberadaan WNA di Cilacap tidak beresiko karena tidak kemana-mana, yang beresiko itu kan yang baru datang dari luar,” katanya.

Selain menerapkan prokes ketat dengan 5M, satgas juga lebih memperkuat pencegahan dengan 3T yakni testing, tracing dan treatmen. Serta upaya lain yakni memperkuat kekebalan kelompok dengan percepatan vaksinasi.

“Pencegahan juga percepatan vaksinasi supaya cepat selesai, dosis satu sudah 84%, lansia 78%, anak-anak 88%,” ujarnya.

 

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Bekas Kios Pasar Sumpiuh Terbakar Dibongkar

Selanjutnya

Dishub Cilacap Usulkan BTS Rute Purwokerto – Kroya

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

MERANCANG UNDANG-UNDANG PEREKONOMIAN NASIONAL

TRAJEKTORI EKONOMI PASAR DAN KRISIS KESEJAHTERAAN

Minggu, 24 Mei 2026

Ketua Fraksi PDI-P Siap Tindaklanjuti Perintah Ketua DPRD Banyumas

Ketua Fraksi PDI-P Siap Tindaklanjuti Perintah Ketua DPRD Banyumas

Minggu, 24 Mei 2026

Bayi Laki-laki Ditemukan di Teras Musala Pekuncen, Diduga Baru Dilahirkan Dua Hari

Bayi Laki-laki Ditemukan di Teras Musala Pekuncen, Diduga Baru Dilahirkan Dua Hari

Minggu, 24 Mei 2026

Selanjutnya

Dishub Cilacap Usulkan BTS Rute Purwokerto – Kroya

Hujan Deras Baliho Toko di Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto Roboh, Tutupi Badan Jalan

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com