BANYUMAS — Seorang pemuda berusia 19 tahun, Bilal Syarif Hidayah, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di saluran irigasi Desa Karangsari, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Senin (28/9/2026). Korban berhasil dievakuasi tim SAR gabungan sekitar pukul 15.10 WIB, atau sekitar lima jam setelah dilaporkan hilang.
Peristiwa nahas itu bermula sekitar pukul 09.50 WIB. Saat itu, Bilal sedang mengambil air di saluran irigasi. Diduga terpeleset, ia jatuh dan terseret arus hingga tenggelam.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung melakukan pencarian mandiri. Perangkat desa kemudian meneruskan informasi kepada Koramil Kebasen, yang selanjutnya diteruskan ke Kantor SAR Cilacap melalui Unit Siaga SAR Banyumas.
Tim SAR Dikerahkan
Kepala Unit Siaga SAR Banyumas, Amin Riyanto, menyatakan pihaknya menerima informasi dari Koramil Kebasen pada pukul 10.33 WIB. Tak lama berselang, sekitar pukul 10.43 WIB, ia mengirimkan satu tim rescuer dari Unit Siaga SAR Banyumas menuju lokasi kejadian.
“Kami langsung mengerahkan tim untuk melakukan operasi pertolongan begitu informasi diterima,” ujar Amin dalam keterangannya, Senin (28/9/2026).
Pada pukul 11.17 WIB, tim Basarnas dan SAR gabungan tiba di lokasi. Mereka langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat, Polsek Kebasen, Koramil Kebasen, serta stakeholder terkait. Tim kemudian melakukan assessment dan menyusun strategi operasi SAR.
Dalam operasi tersebut, tim penyelam dari Unit Siaga SAR Banyumas diterjunkan. Pencarian juga dilakukan dengan penyisiran permukaan air menggunakan teknik body rafting secara sejajar sejauh 100 meter.
Dievakuasi dalam Keadaan MD
Setelah sekitar empat jam pencarian, korban akhirnya ditemukan pada pukul 15.10 WIB dalam keadaan meninggal dunia (MD). Korban berada di koordinat 7°34’53.17″S 109°40.46″T, sekitar 50 meter ke arah hilir dari titik awal kejadian atau last known position (LKP).
Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk penanganan lebih lanjut.
Dengan berhasilnya proses evakuasi, Operasi Pencarian dan Pertolongan dinyatakan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing disertai ucapan terima kasih.
Peran Warga dan Aparat Desa
Dalam insiden ini, peran cepat warga dan perangkat desa menjadi kunci. Pencarian mandiri yang dilakukan warga sebelum tim SAR datang membantu mempercepat proses pencarian. Koordinasi antara perangkat desa, Koramil, dan Basarnas pun dinilai berjalan lancar sehingga operasi SAR dapat berjalan efektif.
Penulis : Yoga Cokro
Editor : Angga Saputra







