BANYUMAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menyiapkan sejumlah strategi untuk kembali menggairahkan sektor pariwisata menyusul penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata milik pemerintah daerah. Salah satu langkah yang akan diterapkan adalah pemberian diskon 30 persen bagi rombongan wisata mulai 1 November 2026.
Upaya tersebut dibahas dalam Forum Temu Mitra Usaha Pariwisata se-Kabupaten Banyumas yang digelar di Convention Hall Putra Sang Fajar, Kompleks Menara Teratai, Purwokerto, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan pelantikan Perhimpunan Biro Perjalanan Wisata se-Eks Karesidenan Banyumas (Pebemas) periode 2026–2031.
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Kusmantono, mengatakan forum tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan pelaku usaha untuk mengidentifikasi penyebab penurunan kunjungan wisatawan sekaligus merumuskan solusi bersama.
Menurutnya, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar sektor pariwisata Banyumas kembali bergairah.
“Melalui forum ini, kami ingin berdiskusi dengan para pelaku usaha untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya dan mencari solusi. Harapannya, pariwisata Banyumas akan lebih bergeliat melalui berbagai upaya pemerintah maupun para pemangku kepentingan,” ujarnya.
Turun 36 Persen Sejak 2022
Kusmantono mengungkapkan, kunjungan wisatawan ke objek wisata milik Pemkab Banyumas mengalami penurunan sekitar 36 persen sejak 2022. Sementara itu, pada 2025, jumlah kunjungan tercatat turun sekitar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, secara keseluruhan Banyumas masih menempati peringkat kelima dalam jumlah kunjungan wisatawan di Jawa Tengah. Pemerintah daerah pun terus mengevaluasi berbagai faktor yang memengaruhi penurunan tersebut.
Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah perubahan tren berwisata, terutama di kalangan generasi Z. Selain itu, penataan kawasan wisata juga dinilai perlu dilakukan agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan pengunjung.
Kusmantono menyebut, hasil survei dari Universitas Harapan Bangsa (UHB) menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam mengevaluasi pengelolaan kawasan wisata. Salah satu rencana yang disiapkan adalah mengelompokkan atau melakukan zonasi pedagang agar tidak menghalangi pemandangan yang menjadi daya tarik pengunjung.
Pemerintah daerah juga berencana menambah sejumlah wahana, terutama fasilitas yang dapat dinikmati wisatawan tanpa biaya tambahan.
“Ini masih menjadi evaluasi sementara dari kami dan akan dibahas lebih lanjut dalam forum ini,” katanya.
Berlaku Enam Bulan
Sementara itu, Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti menjelaskan, program diskon 30 persen bagi rombongan wisata akan mulai berlaku pada 1 November 2026. Program tersebut direncanakan berlangsung selama enam bulan sebelum dilakukan evaluasi.
Diskon itu akan diberikan kepada rombongan wisata yang berkunjung ke Lokawisata Baturraden dan Menara Teratai.
“Saya berharap kebijakan ini dapat menambah minat masyarakat untuk berkunjung,” ujar Lintarti.
Ia juga mengimbau pelaku usaha pariwisata lainnya agar mempertimbangkan pemberian penawaran khusus sesuai kemampuan dan karakter masing-masing usaha. Dengan semakin beragamnya pilihan harga dan paket wisata, wisatawan diharapkan memiliki lebih banyak alternatif saat berkunjung ke Banyumas.
Selain kebijakan harga, Lintarti menekankan pentingnya memperkuat kemitraan antarpelaku usaha pariwisata. Kerja sama yang baik antara biro perjalanan, pengelola destinasi, hotel, restoran, dan mitra usaha lainnya diperlukan untuk menyusun paket wisata serta membangun pola kerja sama yang saling menguntungkan.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkab Banyumas berharap daya tarik destinasi wisata semakin meningkat, jumlah kunjungan wisatawan kembali tumbuh, dan pelaku usaha pariwisata turut merasakan manfaatnya.
Pewarta : Alri Johan
Editor : Angga Saputra






