BANYUMAS – Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas, Dr. Agus Nur Hadie, angkat bicara terkait permohonan mutasi yang ia ajukan dari jabatannya. Meski pelantikan belum berlangsung, Agus mengaku telah mengajukan permohonan tersebut secara tertulis dan menegaskan bahwa langkah itu tidak berkaitan dengan permasalahan Unsoed.
“Saya tegaskan kembali bahwa permohonan mutasi saya tidak terkait dengan permasalahan Unsoed. Jauh hari, pada Mei 2026, saya sudah mengajukan permohonan dan saya ajukan kembali secara tertulis pada tanggal 14 September 2026,” ujar Agus, Selasa (20/10/2026) dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi.
Berdasarkan surat undangan bernomor 800.1.3.3/302/X/2026 tertanggal 20 Oktober 2026, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas dijadwalkan berlangsung Rabu (21/10/2026) pukul 08.00 WIB di Pendopo Sipanji Kabupaten Banyumas. Surat tersebut ditandatangani secara elektronik oleh Sekda Banyumas, Agus Nur Hadie.
Dalam lampiran surat, sejumlah pejabat yang diundang antara lain para asisten Sekda, staf ahli Bupati, Inspektur Daerah, Sekretaris DPRD, kepala badan/dinas se-Kabupaten Banyumas, direktur RSUD, para camat, hingga para kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah.
Menurutnya, permohonan mutasi tersebut semata-mata karena ingin suasana kerja yang lain. Baginya, jabatan apa pun tidak menjadi persoalan selama masih bermanfaat bagi orang lain.
“Yang penting bagi saya, jabatan apa saja tidak masalah selama masih bermanfaat bagi orang lain,” tegasnya.
Agus mengucapkan rasa syukur atas proses yang tengah berjalan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Banyumas yang telah memenuhi permohonannya untuk mengikuti asesmen dan dimutasi dari jabatan Sekda.
“Alhamdulillah wa syukurillah. Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Bupati dan Ibu Wakil Bupati yang telah memenuhi permohonan saya untuk diasesmen dan dimutasi dari jabatan Sekda. Saya telah menjabat Sekda sejak tanggal 17 Juli 2024 sampai 21 Oktober 2026,” jelasnya.
Meski pelantikan belum berlangsung, Agus menyatakan siap melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya usai nantinya duduk di jabatan Staf Ahli Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Sahli Pem dan Kesra). Salah satu fokusnya adalah mengawal pencapaian visi misi dan program Bupati serta Wakil Bupati.
“Tri las program harus sukses dan membawa manfaat untuk masyarakat,” katanya.
Selain melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai Staf Ahli, Agus menyebut akan lebih fokus menangani beberapa organisasi yang diamanahkan kepadanya. Ia saat ini menjabat sebagai Ketua Kwarcab Pramuka yang tengah mempersiapkan pengukuhan sekitar 18 ribu Pramuka Garuda, yang rencananya akan dilantik oleh Bupati pada awal Desember.
“Sementara untuk kegiatan olahraga, saya menjadi Ketua Umum Cabang Panahan dan Cabang Menembak yang sebentar lagi akan mengikuti Porprov. Kedua cabang ini menjadi andalan pendulang medali, jadi butuh pembinaan yang lebih,” jelasnya.
Di samping kegiatan tersebut, Agus juga mengaku diminta menjadi dosen tidak tetap di salah satu perguruan tinggi swasta di Purwokerto serta berwirausaha di rumah.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, rekan-rekan legislatif, dan perangkat daerah yang telah bekerja sama selama ia menjabat sebagai Sekda. Ia juga memohon maaf atas segala keterbatasan dan kesalahan yang terjadi.
“Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat, teman-teman legislatif, dan perangkat daerah yang telah bekerja sama selama saya menjadi Sekda. Mohon maaf atas segala keterbatasan dan kesalahan saya,” pungkasnya. (redaksi)





