INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Pembersihan Eceng Gondok Masih Berlanjut di Telaga Merdada Dieng Banjarnegara, Berikut Kendalanya

Selasa, 25 Mei 2021

BANJARNEGARA – Telaga Merdada jadi satu di antara destinasi andalan di kawasan Dataran Tinggi Dieng.

Sayang, telaga itu terkikis keindahannya karena dipenuhi tanaman liar atau eceng gondok.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Masyarakat dan relawan bahu membahu membersihkan tanaman itu.

Pemkab Banjarnegara yang mengelola objek wisata itu pun sudah turun tangan.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Alat berat turut dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan.

Tetapi pekerjaan itu belum juga selesai lantaran tanaman itu sudah merata menutupi hampir seluruh muka air.

“Pembersihan masih berlanjut,” kata Irhamto, warga Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara itu kepada Tribunbanyumas.com, Senin (24/5/2021).

Menurut Irhamto, upaya pembersihan eceng gondok sudah sering dilakukan.

Tetapi pertumbuhan tanaman itu diakuinya sangat cepat.

Karenanya, tanaman itu susah dihilangkan dari telaga.

Keberadaan eceng gondok yang memenuhi sebagian permukaan telaga bukan hanya menganggu pemandangan.

Menurut Irhamto, selain untuk pariwisata, Telaga Merdada memiliki arti penting bagi masyarakat sekitar.

Bagi masyarakat sekitar, air telaga diambil untuk kebutuhan rumah tangga, baik mandi, cuci, kakus (MCK), bahkan untuk air minum serta memasak.

Ratusan rumah tangga tercukupi kebutuhan airnya dari telaga tersebut.

Telaga Merdada juga menjadi sumber penting untuk pengairan lahan pertanian petani.

Air telaga disedot menggunakan mesin pompa yang tersambung ke pipa menuju lahan petani.

“Karena banyak yang membutuhkan air telaga, semua pihak yang berkepentingan, baik pemerintah, petani serta masyarakat sekitar baiknya bisa bersinergi untuk merawat telaga, ” katanya. (Khoirul Muzakki)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Kereta Api Pasca Peniadaan Mudik Lebaran, Tak Lagi Surat Izin Perjalanan, Masih Lampirkan Surat Bebas Covid-19

Selanjutnya

Nihil Penambahan RTH Publik Tahun Ini, DLH Andalkan RTH dari Pengembang Perumahan di Banyumas

TERBARU

Imlek 2026, Penumpuk Kereta Api di Daop 5 Purwokerto Melonjak 52 Persen

Imlek 2026, Penumpuk Kereta Api di Daop 5 Purwokerto Melonjak 52 Persen

Minggu, 15 Februari 2026

Kirab Pusaka HJB ke-455, Wujud Pelestarian Sejarah dan Budaya Banyumas

Kirab Pusaka HJB ke-455, Wujud Pelestarian Sejarah dan Budaya Banyumas

Minggu, 15 Februari 2026

KAI Daop 5 Purwokerto Cek Jalur Kroya–Langen Jelang Angkutan Lebaran 2026

KAI Daop 5 Purwokerto Cek Jalur Kroya–Langen Jelang Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 15 Februari 2026

POPULER BULAN INI

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Jumat, 6 Februari 2026

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Selasa, 3 Februari 2026

Prosesi Kirab Pusaka Hari Jadi Banyumas ke-455 Digelar Minggu, Ini Rutenya

Prosesi Kirab Pusaka Hari Jadi Banyumas ke-455 Digelar Minggu, Ini Rutenya

Jumat, 13 Februari 2026

Selanjutnya

Nihil Penambahan RTH Publik Tahun Ini, DLH Andalkan RTH dari Pengembang Perumahan di Banyumas

7 Kali Raih WTP, Bupati Kebumen: Semoga Bisa Mengentaskan Kemiskinan

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com