INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Pakar Struktur Patahan Unsoed, Jatim Mulai Aman, Waspadai Jalur Gempa Jateng Barat, Bali dan Nusa Tenggara

Selasa, 13 April 2021

Purwokerto – Pasca gempa Malang Magnitude 6.1, pemerintah diminta untuk mewaspadai jalur gempa di Jawa tengah bagian barat dan jalur gempa Bali dan Nusa Tenggara.

Ahli Geologi Struktur Patahan dari Fakultas Teknik Unsoed Dr.Ir.Asmoro Widagdo, ST., MT., IPP, menyebut, pasca gempa Malang Magnitude 6.1 serta gempa-gempa susulan, merupakan proses menuju kepada kestabilan lempeng batuan di bawah Pulau Jawa bagian timur.

Terjadinya Gempa Malang, maka kawasan sekitar jalur patahan dan lempeng Jawa bagian timur menjadi lebih aman hingga beberapa saat ke depan.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Namun jalur patahan dan lempeng Jawa bagian selatan nanti akan melakukan penyesuaian penyesuaian.

“Bagian di selatan Pulau Jawa kemungkinan akan menyesuaikan dengan kondisi normal baru yang terjadi pasca gempa,” katanya Selasa 13 April 2021.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Sehingga patut di waspadai jalur-jalur gempa di Jawa bagian tengah, bagian barat dan jalur gempa di Bali dan Nusa Tenggara.

Selama penyesuaian tersebut lempeng bumi akan melakukan penyesuaian, selama penyesuaian Jalur tersebut berpotensi terjadi gempa.

Ditambahkan,masyarakat Malang dan atau siapapun yang tinggal di wilayah selatan Jawa. Gempa Malang menarik pelajaran dari bencana ini untuk beradaptasi dengan kemungkinan terburuk.

Edukasi kebencanaan perlu diberikan sebagai bagian dari kurikulum anak-anak sekolah di kawasan ini, sehingga mereka tidak akan lupa bagaimana pengalaman buruk yang pernah dialaminya.

Sehingga kesiapan dan kesiagaan akan selalu menjadi bagian budaya masyarakat pesisir selatan Jawa.

Salah satu anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia IAGI menambahkan, gempa-gempa skala kecil yang sangat diharapkan kedatangannya.

Gempa Susulan Proses Kestabilan

“Gempa kecil yang sering terjadi akan merupakan penanda terhindarnya mereka dari ancaman bencana gempa besar akibat tekanan batuan di bawah yang terlalu tinggi tanpa ada kesempatan melepaskan gaya tekan tersebut,” tambahnya.

Data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pasca gempa berkekuatan magnitudo 6,1, di selatan Kabupaten Malang pukul 14.00 telah terjadi gempa susulan tercatat sebanyak lima kali. Gempa susulan magnitudo 3,2 pukul 14.53 WIB, gempa magnitudo 3,6 pada pukul 15.05 WIB, gempa magnitudo 3,3 pukul 16.04 WIB, kemudian magnitudo 3,4 pukul 18.36 WIB dan gempa magnitudo 4,1 pukul 19.49 WIB.

Anggota Kelompok Studi Jawa Tengah Selatan (KSTS) juga mengingatkan, soal sosialisasi bangunan tahan gempa dan bangunan adaptif tsunami perlu disampaikan kepada warga di sepanjang pesisir Jawa.

Kearifan lokal nenek moyang dalam menghadapi gempa bumi dan tsunami perlu dipelajari dan diaplikasikan dalam mitigasi bencana ini.

Gempa bumi di Samudera Hindia sebelah selatan Malang merupakan proses pelepasan stress atau tekanan yang dialami batuan di bawah laut akibat desakan batuan samudera Hindia ke bawah Pulau Jawa.

Proses pelepasan tekanan gaya ini merupakan hal yang telah terjadi sepanjang masa prasejarah-sejarah dan masih akan selalu terjadi di masa mendatang.

Hal ini perlu disikapi dengan kesiapan kita sebagai penghuni kawasan bencana.

Alam tidak mungkin dapat menyesuaikan keinginan manusia, namun kita yang perlu menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan potensi bencana alam terutama gempa bumi yang akan kita alami.***

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Diingatkan Lagi, Apabila Merasa Sakit, Agar Salat Tarawih di Rumah, 90 Persen Masuk Zona Hijau di Banyumas

Selanjutnya

Lagi, Sehari Jelang Puasa, 16 Pasangan Tak Sah Berduaan Terjaring Razia di Hotel di Kecamatan Kota Banjarnegara

TERBARU

Presiden dan Wapres Akan Salat Id Berjamaah di Istiqlal

Presiden dan Wapres Akan Salat Id Berjamaah di Istiqlal

Jumat, 20 Maret 2026

Rektor UMP Ajak Jemaah Istiqamah Pasca-Ramadan, Manusia Jangan Merasa Paling Saleh

Rektor UMP Ajak Jemaah Istiqamah Pasca-Ramadan, Manusia Jangan Merasa Paling Saleh

Jumat, 20 Maret 2026

Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Perkuat Empati Sosial

Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Perkuat Empati Sosial

Jumat, 20 Maret 2026

POPULER BULAN INI

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Minggu, 22 Februari 2026

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

Selanjutnya

Lagi, Sehari Jelang Puasa, 16 Pasangan Tak Sah Berduaan Terjaring Razia di Hotel di Kecamatan Kota Banjarnegara

Awas Cuaca Ekstrem! Petir Hingga Hujan Es Bisa Terjadi saat Musim Pancaroba

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com