INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Pajak dan Bea Cukai Tumbuh, Performa APBN Meningkat

Jumat, 24 September 2021

Jakarta – Pendapatan negara dalam APBN kian membaik didukung pertumbuhan dalam penerimaan pajak, kepabeanan dan cukai, serta Penerima Negara Bukan Pajak (PNBP).

Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers APBN Kita Edisi September 2021, Kamis 23/09/21). Indikasi pemulihan ekonomi juga beriringan dengan keberhasilan penanganan pandemi yang terus berlanjut pada Kuartal III-2021

Sampai bulan Agustus 2021, pendapatan negara terealisasi sebesar Rp1.177,6 triliun, terdiri atas penerimaan pajak Rp741,3 triliun atau meningkat 9,5 persen (year-on-year/yoy), kepabeanan dan cukai sebesar Rp158 triliun atau meningkat 30,4 persen (yoy) dan PNPB sebesar Rp277,7 triliun atau tumbuh 19,6 persen (yoy)

Pada sisi belanja, APBN digunakan untuk menopang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) saat pandemi. Belanja negara mencapai Rp1.560,8 triliun yang terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp1.087,9 triliun dan transfer ke daerah serta dana desa sebesar Rp472,9 triliun.

Selain itu, belanja kementerian/lembaga (K/L) juga tumbuh 21,5 persen untuk belanja modal melalui proyek infrastruktur dasar, berbagai macam program bantuan sosial serta belanja barang yang berkolerasi dengan COVID-19 berupa vaksinasi, klaim perawatan pasien dan bantuan produktif.

Sedangkan belanja non kementerian/lembaga digunakan untuk THR pensiun, subsidi energi dan pupuk serta program Prakerja yang terdiri dari pelatihan dan pengembangan potensi keahlian.

“Inilah makna dari yang disebut negara hadir, namun tetap harus dijaga kesehatan dan keberlanjutannya,” ungkap Menkeu.

Dilansir dari laman resmi Sekretariat Kabinet, Menkeu mengungkapkan realisasi defisit APBN untuk menopang sisi belanja hingga Agustus 2021 terealisasi Rp383,2 triliun atau 2,32 persen dari PDB. Realisasi ini terjaga karena masih jauh di bawah yang tertulis dalam Undang-Undang APBN sebesar 5,7 persen PDB.

“Kita menggunakan di semua level dari pendapatan, belanja, semuanya secara sangat hati-hati hingga nanti kita harapkan ekonomi akan bisa tumbuh terus dan APBN mulai makin sehat kembali,” pungkas Menkeu.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Cuaca Purwokerto Hari Ini, Jumat 24 September 2021: Waspada! Hujan Diperkirakan Turun Malam Hari

Selanjutnya

Rasio Tracing Jadi Aturan Penentuan Level PPKM

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Bantah Tudingan PT Atlas, Kuasa Hukum Korban: Klien Tepat Waktu Setor Dana Haji

Bantah Tudingan PT Atlas, Kuasa Hukum Korban: Klien Tepat Waktu Setor Dana Haji

Senin, 25 Mei 2026

MERANCANG UNDANG-UNDANG PEREKONOMIAN NASIONAL

TRAJEKTORI EKONOMI PASAR DAN KRISIS KESEJAHTERAAN

Minggu, 24 Mei 2026

Ketua Fraksi PDI-P Siap Tindaklanjuti Perintah Ketua DPRD Banyumas

Ketua Fraksi PDI-P Siap Tindaklanjuti Perintah Ketua DPRD Banyumas

Minggu, 24 Mei 2026

Selanjutnya

Rasio Tracing Jadi Aturan Penentuan Level PPKM

Pelaksanaan PTS di Banyumas: Sebagian dengan Tatap Muka dan Sebagian Daring

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com