INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Nelayan Pilih Tak Melaut, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Sampai 4 Meter

Senin, 26 April 2021

 

CILACAP – Memasuki akhir April 2021, perairan selatan Cilacap hingga Samudra Hindia Selatan Cilacap berpeluang terjadi gelombang tinggi, antara dua setengah meter hingga enam meter.

Ini terjadi karena terdapat tekanan rendah 1008 hPa di laut Arafuru bagian timur, dan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara pada umumnya bergerak dari Selatan ke Barat dengan kecepatan angin berkisar sampai 5 hingga 20 knot.

Sedangkan wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur – tenggara dengan kecepatan 5 hingga 25 knot, dan kecepatan tersebut terpantau di perairan selatan Jawa dan laut Arafuru.

“Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang antara empat hingga enam meter di sekitar perairan selatan Cilacap hingga Samudra Hindia Selatan Cilacap,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Metereologi Tunggul Wulung Cilacap Rendi Kurniawan, Minggu (25/4).

TIDAK BERANGKAT: Nelayan memilih tidak berangkat melaut setelah mendapatkan informasi potensi gelombang tinggi sejak Sabtu (24/4). NASRULLOH/RADARMAS

Oleh karena itu, perahu nelayan, kapal tongkang, kapal fery dan kapal berukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar untuk memperhatikan resiko tinggi keselamatan pelayaran.

“Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi kita minta waspada,” imbuhnya.

Selain potensi gelombang tinggi, hujan sedang lebat disertai kilat, petir dan angin kencang masih terjadi di Kabupaten Cilacap sejak Minggu (24/4).

Oleh karena itu, masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan hati-hati terkait adanya potensi cuaca ekstrem mulai dari puting beliung, hujan lebat disertai kilat atau petir dan lain sebagainya. Serta dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

Rakiman, nelayan Sentolo Kawat Kebon Baru Cilacap memilih tidak berangkat melaut di kondisi saat ini. “Kita paling di pinggiran, tidak berani sampai tengah,” katanya. (nas)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Panglima TNI: 53 Awak Kapal KRI Nanggala Gugur

Selanjutnya

Pemkab Cilacap Perpanjang PPKM Mikro hingga 3 Mei

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Kuasa Hukum Sebut Jaksa Keliru Terapkan KUHP Baru dalam Tuntutan Kasus Penggelapan di Purwokerto

Kuasa Hukum Sebut Jaksa Keliru Terapkan KUHP Baru dalam Tuntutan Kasus Penggelapan di Purwokerto

Rabu, 6 Mei 2026

Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Perkuat Empati Sosial

Marak Hoaks Kasus Kekerasan Seksual, Nasaruddin Umar Tegaskan Nol Toleransi

Rabu, 6 Mei 2026

Setelah 30 Truk, Pemkab Banyumas Kembali Salurkan Bantuan Pickup Mahindra untuk Koperasi Desa

Setelah 30 Truk, Pemkab Banyumas Kembali Salurkan Bantuan Pickup Mahindra untuk Koperasi Desa

Rabu, 6 Mei 2026

Selanjutnya

Pemkab Cilacap Perpanjang PPKM Mikro hingga 3 Mei

Jelang Idul Fitri, Pertamina Pastikan Stok LPG Aman

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com