BANYUMAS – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas akan menggelar sarasehan dan deklarasi bersama menyikapi isu LGBT di Pendapa Si Panji Purwokerto, Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini digelar sebagai respons atas keresahan masyarakat terhadap semakin terbukanya pembahasan terkait LGBT di ruang publik, termasuk media digital.
Sekitar 200 peserta dijadwalkan hadir dalam acara tersebut. Mereka berasal dari unsur Forkopimda, organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, perguruan tinggi, pondok pesantren, lembaga pendidikan, serta tokoh masyarakat. Di akhir acara, seluruh peserta akan membacakan dan menandatangani deklarasi sebagai bentuk komitmen bersama.
Ketua MUI Kabupaten Banyumas, KH Taefur Arafat, mengatakan sarasehan merupakan ikhtiar menindaklanjuti aspirasi dan kegelisahan masyarakat yang belakangan sering disampaikan kepada para ulama dan tokoh masyarakat.
“Banyak masukan dan kegelisahan yang kami terima dari masyarakat terkait perkembangan isu LGBT. Karena itu, MUI perlu menghadirkan ruang dialog yang melibatkan pemerintah, ulama, akademisi, dan elemen masyarakat agar lahir langkah bersama yang bijaksana dan membawa kemaslahatan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pendekatan yang dibangun MUI mengedepankan edukasi, penguatan nilai keagamaan, serta perlindungan terhadap keluarga dan generasi muda. Menurutnya, persoalan sosial tidak dapat diselesaikan sendiri oleh satu lembaga, melainkan membutuhkan sinergi seluruh komponen masyarakat.
Ketua Panitia, Prof. Fauzi, menjelaskan sarasehan akan diawali dengan pemaparan data dan kondisi faktual dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banyumas sebagai bahan diskusi. Forum tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi berbasis data sebelum seluruh peserta menyampaikan deklarasi bersama.
“Sarasehan ini lahir dari diskusi dan masukan berbagai pihak. Kami ingin seluruh peserta memperoleh gambaran utuh melalui data dan pandangan narasumber, sehingga komitmen yang dihasilkan benar-benar menjadi gerakan bersama masyarakat Banyumas,” kata Prof. Fauzi.
Melalui sarasehan dan deklarasi tersebut, MUI Banyumas berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, tokoh agama, ormas, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Tujuannya, memperkuat ketahanan keluarga, menjaga moral generasi muda, serta mewujudkan Banyumas yang religius, sehat, dan bermartabat.
Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra








