PURWOKERTO – Di tengah derasnya arus digitalisasi dan kemudahan akses hiburan daring, minat baca masyarakat Purwokerto justru menunjukkan tren positif. Aktivitas membaca, baik melalui kunjungan ke perpustakaan maupun pembelian buku, masih terlihat aktif di berbagai kalangan.
Berdasarkan pantauan di Perpustakaan Daerah Purwokerto, tingkat kunjungan masyarakat tergolong tinggi. Staf layanan operasional perpustakaan, Helmi mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung bisa mencapai lebih dari 100 orang per hari.
“Kalau dilihat dari data harian, jumlah pengunjung bisa di atas seratus,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).
Peningkatan jumlah pengunjung biasanya terjadi pada sore hingga malam hari. Mereka memanfaatkan fasilitas perpustakaan untuk membaca di tempat atau meminjam buku. Pengunjung berasal dari pelajar, mahasiswa, hingga orang tua.
Jenis buku yang diminati pun beragam. Pelajar cenderung memilih novel dan buku referensi, sementara kalangan dewasa lebih tertarik pada buku pengembangan diri dan bisnis.
Perpustakaan Berbenah dengan Layanan Digital
Tak hanya mengandalkan layanan konvensional, Perpustakaan Daerah Purwokerto juga mulai mengembangkan layanan berbasis digital. Beberapa inovasi yang telah diluncurkan antara lain aplikasi iPusda Banyumas, platform Bintang 5, serta program spot baca di ruang publik.
Program spot baca rencananya akan diperluas ke sejumlah titik strategis. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses literasi bagi masyarakat yang tidak sempat datang ke perpustakaan.
“Ke depan, spot baca ini akan ditambah di beberapa titik agar masyarakat lebih mudah mengakses bacaan,” tambah Helmi.
Toko Buku Tak Sepi Peminat
Sementara itu, aktivitas pembelian buku di kawasan Purwokerto juga masih bergairah. Seorang pegawai toko buku mengaku jumlah pengunjung tetap ramai, terutama pada akhir pekan.
“Kalau hari biasa lumayan, tapi paling ramai saat akhir pekan, terutama sore hari,” ujar Niken, pegawai di toko buku Gramedia Purwokerto.
Menurutnya, buku yang paling diminati saat ini adalah novel dan buku persiapan ujian. Hal itu seiring dengan mendekatnya jadwal tes perguruan tinggi. Mayoritas pembeli didominasi oleh kalangan remaja, menandakan bahwa minat baca generasi muda masih cukup tinggi.
Secara keseluruhan, minat baca masyarakat Purwokerto menunjukkan kecenderungan positif. Dengan dukungan fasilitas fisik dan akses digital yang terus diperluas, budaya literasi di kota ini diharapkan semakin menguat. (Alfi Maenur)








