INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Mengenal Ragam ‘Kasta’ di Tongkrongan, Dari Bos Hingga Bansur

Senin, 5 April 2021

DI sebuah tongkrongan terdapat sejumlah kasta. Kriteria kasta tersebut dilihat dari beberapa aspek tertentu. Dari mulai karakter, finansial, hingga usia.

Adapun kasta yang terbawah ialah ‘Bansur’ alias bahan suruhan. Biasanya si ‘bansur’ merupakan para junior yang baru bergabung ke tongkrongan, atau usianya paling muda di tongkrongan.

Si ‘bansur’ bertugas untuk membeli kebutuhan makanan atau minuman dari anak-anak tongkrongan. Untungnya, makanan dan minuman tersebut dibeli bukan dari kocek pribadi si ‘bansur’, melainkan uang patungan para anggota tongkrongan. Kalau tidak ‘bansur’ bisa tekor.

DI sebuah tongkrongan terdapat sejumlah kasta. Kriteria kasta tersebut dilihat dari beberapa aspek tertentu. Dari mulai karakter, finansial, hingga usia.

Adapun kasta yang terbawah ialah ‘Bansur’ alias bahan suruhan. Biasanya si ‘bansur’ merupakan para junior yang baru bergabung ke tongkrongan, atau usianya paling muda di tongkrongan.

Si ‘bansur’ bertugas untuk membeli kebutuhan makanan atau minuman dari anak-anak tongkrongan. Untungnya, makanan dan minuman tersebut dibeli bukan dari kocek pribadi si ‘bansur’, melainkan uang patungan para anggota tongkrongan. Kalau tidak ‘bansur’ bisa tekor.

Setiap ada masalah atau ingin mengadakan sebuah acara, si ‘kompor’ langsung heboh sendiri. Namun, ketika ingin menyelesaikan masalah atau ada rapat pengadaan sebuah acara, biasanya dia menghilang bak ditelan bumi.

Si ‘kompor’ memiliki 1001 alasan untuk menghindari sebuah acara atau masalah yang dihadapi tongkrongan. Tugasnya yakni memperkeruh suasana dan menyulut emosi para anggota tongkrongan.

Kemudian, kasta selanjutnya yakni Si ‘Ngikut Aja’. Biasanya, orang yang berada di kasta ini cenderung cuek, enggak mau ribet dan ingin berada di zona nyaman. Si ‘Ngikut Aja’ seakan tidak punya pendirian, dia hanya mengikuti kemana ‘air mengalir’.

Saking tidak punya pendirian, si ‘Ngikut Aja’ cendurung memilih pilihan yang sangat aman. Hal itu dilakukan demi mencegah perbedaan pendapat, dan perselisihan antar anggota tongkrongan.

Biasanya, orang-orang yang ‘Ngikut aja’ cenderung membuat para anggota yang lain geram dan membuat anggota lainnya menjadi labil. Bahkan, si ‘Ngikut Aja’ dikucilkan oleh rekan-rekannya, karena baginya seluruh tongkrongan sama saja.

Selain itu, kasta lainnya yakni si ‘modal lambung’. Orang yang masuk dalam kategori ‘modal lambung’, biasanya dikenal sangat pelit, kikir bin koret.

Ketika anak-anak tongkrongan patungan bersama untuk membeli makan dan minuman, si ‘modal lambung’ biasanya tidak pernah mengeluarkan uang saat nongkrong. Biasanya alasannya tidak bawa cash, atau kata-kata horor yang berbunyi ‘Pakai duit lu dulu nanti gue ganti’.

Selain dari segi makanan dan minuman, Si ‘Modal Lambung’ biasanya hanya membawa korek ke tongkrongan, sementara untuk rokoknya minta ke anggota lainnya.

Si ‘Modal Lambung’ biasanya cenderung di jauhi oleh teman-temannya, karena tidak pernah modal, dan ingin ‘menang banyak’.

Kemudian, kasta selanjutnya merupakan kasta tertinggi di tongkrongan, yakni Si ‘Bos’. Kasta yang satu ini merupakan kasta yang paling dihormati di tongkrongan.

Karena biasanya Si ‘Bos’ tidak segan untuk mengeluarkan dana dalam jumlah besar, seperti halnya untuk membeli makanan atau minuman di tongkrongan.

Si ‘Bos’ biasanya cenderung didekati oleh para anggota lainnya. Hal tersebut dikarenakan finansial si ‘Bos’ yang terbilang mapan. Karena itu, siapapun anggota yang berada di dekatnya, pasti akan ‘kecipratan rezeki’.

Karena perannya yang cukup penting di sebuah tongkrongan, Si ‘Bos’ biasanya sangat jarang terkena ‘ejekan’ dari para anggotanya. Karena bila sang donatur hilang, maka nasib tongkrongan pun jadi taruhannya.

Nah itu dia sejumlah kasta yang ada di tongkrongan, apakah kamu termasuk salah satunya? (ryn)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Terbawa Arus Sampai 5 Km, Jasad Sirwanto, Warga Patikraja yang Terjun ke Sungai Serayu Ditemukan

Selanjutnya

Kemensetneg: Keppres Kedaruratan Keuangan Negara adalah HOAX

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Klenteng di Banyumas dan Harmoni yang Tak Pernah Gaduh

Klenteng di Banyumas dan Harmoni yang Tak Pernah Gaduh

Rabu, 13 Mei 2026

Hadapi Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, KAI Daop 5 Purwokerto Tambah 1.450 Kursi

Hadapi Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, KAI Daop 5 Purwokerto Tambah 1.450 Kursi

Rabu, 13 Mei 2026

Sengketa Sewa Lahan Menara Teratai Resmi Disidangkan, Mediasi Dijadwalkan 2 Februari

Dua Pemain Perssip Bantah Aniaya Penonton, Polisi Masih Dalami Kasus

Rabu, 13 Mei 2026

Selanjutnya

Kemensetneg: Keppres Kedaruratan Keuangan Negara adalah HOAX

Pasang Plester Lantai Dapur Rumah, Pria Purbalingga Meninggal Tersengat Listrik Kabel yang Terkelupas

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com