BANYUMAS– Sebanyak 3.761 mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) resmi dikukuhkan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode 2026. Mereka akan mengabdi selama 35 hari, mulai 8 Juli hingga 11 Agustus 2026, dengan lokasi yang tersebar di sembilan kabupaten di Indonesia hingga empat negara di luar negeri.
Pelepasan mahasiswa KKN Unsoed berlangsung khidmat di Auditorium Graha Widyatama, Selasa (7/7/2026). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, serta Rektor Unsoed.
Ketua Pusat Pengembangan KKN (Pusbang KKN) Unsoed, Ridlwan Kamaluddin, menjelaskan bahwa pada periode ini pihaknya mengusung dua skema besar, yaitu KKN Nasional dan KKN Internasional.
“KKN Nasional mencakup program Pemberdayaan Masyarakat, Tematik Kebencanaan, Literasi, Infrastruktur, hingga KKN Nusa Persada. Sedangkan untuk internasional, kami memperluas jangkauan ke Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Hong Kong,” ujar Ridlwan.
Untuk skema nasional, mahasiswa akan ditempatkan di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, Pemalang, Kebumen, Wonosobo, Temanggung, dan Belitung Timur.
Mengusung tema “Peningkatan Resiliensi Desa di Tengah Krisis Global, Pangan, Ekonomi, Lingkungan, dan Literasi untuk Mendukung Kecamatan Berdaya Provinsi Jawa Tengah”, program ini dirancang sebagai fondasi kemandirian bangsa dari tingkat desa.
Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam membangun ketangguhan desa.
“Desa harus menjadi wilayah yang adaptif. Pembangunan harus diarahkan pada penguatan SDM, ekonomi lokal, pelestarian lingkungan, dan literasi. Saya pesan, buatlah program yang sederhana tapi berdampak nyata sesuai kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, memastikan Pemprov siap berkolaborasi penuh. Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendampingi dan mengawal jalannya program KKN di lapangan.
“Jangan biarkan mahasiswa berjalan sendiri. Kalau butuh pendampingan kemasan atau digitalisasi pemasaran untuk UMKM, segera koordinasi dengan kami. Kita kawal bersama-sama,” ujar Taj Yasin.
Selain fokus pada ekonomi dan lingkungan, Wagub juga mendorong mahasiswa untuk memperkuat Program Kecamatan Berdaya melalui edukasi pencegahan perundungan (bullying), perlindungan perempuan, anak, dan lansia, serta pendampingan kelompok rentan.
Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra







