PURWOKERTO — Sore itu, Sabtu (19/9/2026), kawasan Menara Teratai Purwokerto berubah jadi lintasan kecil penuh tawa dan sorak. Bukan motor, bukan sepeda gunung—melainkan 25 bocah dengan sepeda pushbike, siap adu keberanian dan keseimbangan.
Satria Pushbike Purwokerto kembali menggelar latihan bersama. Terbuka untuk umum, kegiatan ini bukan sekadar ajang latihan, tapi juga panggung bagi anak-anak untuk belajar jatuh, bangkit, dan melaju lagi.
Ketua Komunitas, Anang Bachtiar Ramadhan, menjelaskan pushbike adalah sepeda tanpa pedal yang melatih keseimbangan, koordinasi, dan kontrol sejak dini.
“Latihan ini terbuka untuk umum. Kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk berlatih, bermain, sekaligus mengasah kemampuan mereka,” ujarnya.
Pesertanya pun beragam—dari anggota komunitas hingga rider umum yang penasaran. Mereka menaklukkan teknik dasar, menjaga keseimbangan, mengatur kecepatan, sampai menumbuhkan nyali melintasi lintasan.
Di pinggir lintasan, orang tua tak henti memberi semangat. Sorak dan tepuk tangan membuat suasana makin meriah.
“Kami berharap kegiatan ini berkelanjutan. Selain mencetak rider muda berprestasi, ini jadi wadah positif untuk berolahraga, bersosialisasi, dan membangun karakter sportif sejak dini,” pungkas Anang.
Pewarta : Alexander Bumi
Editor : Angga Saputra






