BANYUMAS – Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono melantik 77 pejabat di lingkungan Pemkab Banyumas, Senin (4/5/2026) sore pukul 15.00 WIB. Namun di tengah proses promosi dan rotasi tersebut, satu jabatan pimpinan tinggi pratama masih menyisakan tanda tanya: posisi Sekretaris Dewan (Sekwan) belum terisi.
Kepala BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Pemkab Banyumas Ir. Eko Prijanto MT mengatakan darri total pejabat yang dilantik, 75 orang merupakan pejabat fungsional. Adapun dua pejabat lainnya, menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama.
“Jabatan Sekwan masih kosong,” kata Eko melalui pesan singkat kepada indiebanyumas.
Dua pejabat pimpinan tinggi pratama yang resmi dilantik adalah Widodo Sugiri ST sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Sumardi sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Hukum.
Tambahan Staf Ahli, Genapi Tiga Bidang
Dengan dilantiknya Sumardi, kini jumlah staf ahli bupati di lingkungan Pemkab Banyumas genap tiga orang. Berdasarkan informasi terakhir per akhir 2025 hingga awal 2026, susunan staf ahli tersebut terdiri dari:
· Wilopo Untung Handoyo, ST sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan
· Arif Triyanto, S.Sos, M.Si sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesra
· Sumardi SH, M.Hum sebagai Staf Ahli Bidang Hukum
Ketiganya merupakan mantan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kini dipercaya mendampingi bupati dalam fungsi keahlian.
Dalam sambutannya, Bupati Sadewo menegaskan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi jabatan ini bukan sekadar proses administratif biasa. Seluruh keputusan disebutnya telah melalui pertimbangan matang dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
“Langkah ini adalah bagian dari upaya memperkuat organisasi agar lebih adaptif,” ujar Sadewo.
Ia menyoroti tiga tantangan utama yang harus dihadapi ke depan: dinamika regulasi, efisiensi anggaran, serta meningkatnya ekspektasi publik terhadap pelayanan.
Pekerjaan Tak Bisa Lagi dengan Cara Lama
Sadewo menekankan bahwa birokrasi di Banyumas tidak bisa lagi bekerja dengan cara-cara lama. Revolusi kerja menjadi keharusan.
“Organisasi harus mampu bergerak lebih adaptif dengan pola kerja yang cepat, tepat, dan terukur, termasuk melalui pemanfaatan teknologi serta pendekatan kerja yang lebih fleksibel,” tegasnya.
Pelantikan ini, lanjutnya, bertujuan memperkuat kapasitas organisasi dalam menjalankan tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat agar lebih optimal, relevan, dan berkualitas.
Pesan Khusus ke Nakes dan Pejabat Pratama
Kepada pejabat pimpinan tinggi pratama, Bupati meminta mereka menjadi motor penggerak di unit kerja masing-masing. Mereka dituntut membangun ritme kerja efektif dan mendorong inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Sementara kepada pejabat fungsional, khususnya tenaga kesehatan, Sadewo berpesan agar tetap menjaga kualitas layanan di lini terdepan.
“Meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan, pelayanan harus tetap profesional, responsif, dan mengedepankan sisi kemanusiaan,” pesannya.
Bupati Sadewo juga memberikan pesan tegas kepada seluruh pejabat yang baru dilantik.
“Saya tidak ingin ada pola kerja yang stagnan. Setiap pejabat harus hadir dengan semangat baru, cara kerja baru, dan komitmen baru untuk memberikan yang terbaik,” tandasnya.
Penulis: Yoga Cokro
Editor : Angga Saputra








