INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Korban Tenggelamnya KM Virgo Transport 8, Windianto, Saat Kejadian Sedang Tidur

Korban Tenggelamnya KM Virgo Transport 8, Windianto, Saat Kejadian Sedang Tidur

Aghis, istri Windianto, saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto: Foto : Dok. istimewa)

Selasa, 15 September 2026

BANYUMAS — Kabar duka menyelimuti keluarga Windianto, warga RT 03 RW 03 Desa Sawangan Wetan, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas. Pria 41 tahun yang akrab disapa Anto itu menjadi salah satu korban dalam insiden tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Anto merupakan pengusaha ekspedisi pemilik JSKS Trans Antar Nusa, usaha jasa kirim barang untuk seluruh wilayah tanah air. Ia berangkat bersama seorang kernet bernama Arifin, pria asal Purbalingga, pada Kamis (10/9/2026) malam.

“Berangkat malam Jumat setengah dua belas, berangkat dari rumah mampir ke Solo ambil muatan gerobak dibawa ke Kalimantan. Setelah itu ke pelabuhan naik kapal itu jam delapan hari Sabtu. Jam sepuluh malam pagi sudah jalan masih komunikasi seperti biasa. Wasap terakhir 00.26 WIB pada hari Minggu,” kata Aghis, istri Anto, Selasa (15/9/2026).

Aghis menceritakan, Arifin merupakan teman yang sudah lama berkomunikasi dengan Anto. Namun, untuk ikut dalam satu perjalanan, baru pertama kali ini terjadi.

Berdasarkan cerita Arifin, sekitar pukul 01.00 WIB, efek cuaca buruk mulai dirasakan penumpang kapal. Saat itu, Arifin sempat membangunkan Anto yang sedang tidur. Anto pun sempat bangun dan duduk, sebelum akhirnya Arifin pergi menyelamatkan diri.

“Ceritanya Arifin, dia sempat membangunkan Mas Anto, dia melihat sampai Mas Anto duduk. Kemudian Arifin pergi,” katanya.

Aghis menyebut, suaminya biasanya menggunakan Kapal Dharma Rucitra. Baru kali pertama Anto menggunakan kapal tersebut. “Biasanya Dharma Rucitra, sepengetahuan saya, karena selalu cerita,” ujarnya.

Dari titik lokasi kejadian, lanjut Aghis, informasinya menyisakan waktu sekitar lima jam lagi untuk sampai di Banjarmasin. Namun, musibah keburu terjadi. “Informasinya tinggal lima jam lagi sampai. Arifin selamat dan sudah dievakuasi, sekarang masih di Banjarmasin,” kata dia.

Arifin: Saya Sudah Pasrah pada Takdir

Sementara itu, Arifin melalui rekaman suara WhatsApp kepada seseorang yang disebutnya Mandor mengungkapkan, saat kejadian yang tiba-tiba itu, crew kendaraan khususnya muatan barang sedang beristirahat.

“Saya sudah pasrah pada takdir karena tidak ada alarm, tiba-tiba saja kapal tenggelam. Saya sudah tenggelam sampai kemudian ada kapal tongkang dan saya diselamatkan oleh kapal itu,” ungkapnya.

Arifin mengaku, pada pukul 01.00 kapal miring tanpa ada pemberitahuan apa pun. Para sopir dan crew kendaraan kaget, lalu berlari menuju kapal tongkang.

“Anto posisi neng mburine nyong (di belakang saya),” katanya. Namun, ia tidak melihat kondisi Anto. Ia hanya melihat sekitar tiga hingga empat orang yang sudah tergeletak meninggal dunia karena di atas kapal oli sudah membludak.

Keluarga Gelar Doa Bersama

Di tengah kabar tersebut, keluarga Widianto pada Senin (14/9/2026) malam menggelar doa bersama atau tahlilan. Kegiatan itu diikuti sejumlah warga sekitar yang datang untuk memberikan dukungan dan doa bagi keluarga.

Selain di rumah, doa bersama juga dilakukan oleh warga Sawangan Wetan di warung milik Anto di perbatasan antara Desa Sawangan Wetan, Kecamatan Patikraja dan Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok.

Sosok Anto dikenal sebagai putra dari Ki Karwin, seorang dalang yang cukup dikenal di kalangan masyarakat. “Beliau juga sahabat kami, komunikasi bahkan masih kami lakukan sebelum berangkat,” kata Sigit Soeranangga, teman Anto.

Kabar musibah yang menimpa Anto menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga Desa Sawangan Wetan. Doa bersama digelar sebagai bentuk ikhtiar sekaligus harapan agar seluruh proses penanganan korban dapat berjalan lancar.

Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai perkembangan pencarian dan kondisi Windianto masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.

Kapal Virgo Transport 8 yang mengangkut 243 orang terbalik dan tenggelam usai menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan dari Surabaya ke Banjarmasin. Berdasarkan data dari Basarnas dan Kemenhub, ada 114 korban yang telah dievakuasi.

Dikutip dari situs resmi Kemenhub, Senin (14/9/2026), data manifes menunjukkan kapal itu membawa total 243 orang yang terdiri dari 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, satu anak-anak, 126 sopir dan kernet, serta 89 unit muatan kendaraan.

Menhub Dudy Purwagandhi menyebut ada 114 orang yang telah dievakuasi. Korban yang dievakuasi terdiri dari 108 orang selamat dan enam orang tewas.

“Total yang sudah ditemukan adalah 114 orang, dengan rincian 108 yang selamat dan enam yang meninggal dunia,” kata Menhub Dudy dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Dia mengatakan korban tersebut dievakuasi menggunakan sejumlah kapal. Sebagian besar korban dievakuasi ke Banjarmasin. Data tersebut dapat berubah seiring proses pencarian yang dilakukan tim SAR.

Kronologi Kejadian

Kapal Roro Penumpang KMP Virgo Transport 8 dengan bendera Indonesia berukuran 8.540 GT itu dinakhodai Nakhoda Arief Yunianto serta dioperasikan oleh PT Virgo Karya Shipping. Kapal ini bertolak dari Pelabuhan Surabaya pada 12 September 2026 pukul 06.52 LT (Local Time) dengan tujuan Pelabuhan Banjarmasin.

Kepala Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, menyebut kapal tersebut mengalami kondisi listing dan kehilangan kontak (lost contact) di sekitar perairan Masalembo (Laut Jawa) pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 LT. Pihak Kantor Basarnas Banjarmasin sendiri menyebut kapal sempat menghadapi cuaca buruk sebelum hilang kontak.

Tim Redaksi 

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Turun ke Dapil, Edris Santoso Ajak Masyarakat Cilongok Perkuat Pengawasan Perda

Selanjutnya

Terdakwa Penyalahgunaan BBM Subsidi Mengaku Beli Barcode Pertamina dari Petugas SPBU Rp 25 Ribu

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Terdakwa Penyalahgunaan BBM Subsidi Mengaku Beli Barcode Pertamina dari Petugas SPBU Rp 25 Ribu

Terdakwa Penyalahgunaan BBM Subsidi Mengaku Beli Barcode Pertamina dari Petugas SPBU Rp 25 Ribu

Selasa, 15 September 2026

Korban Tenggelamnya KM Virgo Transport 8, Windianto, Saat Kejadian Sedang Tidur

Korban Tenggelamnya KM Virgo Transport 8, Windianto, Saat Kejadian Sedang Tidur

Selasa, 15 September 2026

Turun ke Dapil, Edris Santoso Ajak Masyarakat Cilongok Perkuat Pengawasan Perda

Turun ke Dapil, Edris Santoso Ajak Masyarakat Cilongok Perkuat Pengawasan Perda

Selasa, 15 September 2026

Selanjutnya
Terdakwa Penyalahgunaan BBM Subsidi Mengaku Beli Barcode Pertamina dari Petugas SPBU Rp 25 Ribu

Terdakwa Penyalahgunaan BBM Subsidi Mengaku Beli Barcode Pertamina dari Petugas SPBU Rp 25 Ribu

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI

© 2021 indiebanyumas.com