INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Kisah Sedih Puluhan Pedagang di Terminal Cilacap Terkait Larangan Mudik, Begini Ceritanya

Selasa, 30 Maret 2021

Cilacap Tengah – Sejumlah pedagang di Terminal Cilacap mulai resah dan was-was terhadap wacana larangan mudik tahun ini. Pasalnya dari pengalaman tahun lalu, para pedagang terminal libur hingga dua bulan lebih dan menganggur. Mereka pun mengaku hanya makan tidur sehingga tidak ada pemasukan.

Jepni (38) salah satu pedagang terminal Cilacap dari Kelurahan Gunung Simping Kecamatan Cilacap Tengah mengaku khawatir jika pemerintah kembali memberlakukan larangan mudik. Mengingat kondisi saat ini para pedagang yang menempati kios di dalam terminal alami penurunan omset sekitar 80 persen akibat terdampak Covid-19.

“Kalau secara resmi dari Dinas Perhubungan kita belum diberi surat edaran, tapi saya dengar-dengar dari teman di Jakarta katanya mau dilarang mudik. Ya kita jadi takut nganggur lagi kaya tahun lalu libur dua bulan setengah, saya tidak jualan, tidak ada pemasukan,” katanya.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Menurutnya, semenjak pandemi Covid-19, pendapatan menurun drastis, bahkan untuk pemenuhan kebutuhan harian ia harus mengambil dari uang simpanan keluarga.

“Saya kira lebaran ini dibuka, biar kita orang bawah, cari uang juga begini ya kan jadi ekonomi stabil lagi. Kalau begini terus ya kasihan orang seperti saya, kalau dilarang mudik ya penumpang tidak ada, warung sepi, pedagang yang disini limbung, pada bingung, pelanggan paling sopir dan penumpang,” ungkapnya.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Ibu dari tiga anak ini mengatakan, jika mudik di larang akan semakin berdampak terhadap penghasilannya, serta puluhan warung lain yang menempati kios terminal Cilacap. Ia berharap mudik tahun ini tidak dilarang, telebih kebutuhan ekonomi meningkat jelang lebaran dan kenaikan sekolah.

“Untuk larangan mudik sebenarnya tidak setuju, kita kebaratan, mau lebaran butuhnya banyak, apalagi ada kenaikan sekolah dan masuk sekolah,” ujarnya.

Sementara menurut Zaka Muhammad (22) pemuda asal Kota Semarang yang kini sedang menempuh pendidikan bahasa asing di Cilacap mengaku keberatan jika larangan mudik diberlakukan.

“Saya bolak-balik Semarang Cilacap paling tidak sebulan dua kali, karena saya sedang belajar bahasa Jepang di Sidareja. Saya keberatan jika mudik dilarang, apalagi kalau harus ada rapid antigen, keberatan,” ujarnya

Menurutnya, meski sering naik angkutan umum, ia tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid baik di terminal maupun di dalam angkutan umum.

“Kalau pergi saya selalu bawa hand sanitizer, masker, yang penting kita sehat, tapi kalu jadi mudik dilarang, saya ijin tidak sekolah dulu,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Terminal Tipe A Bangga Mbangun Desa Cilacap Hadi Suharto menyampaikan, pihaknya sudah mempersiapkan sarana prasarana penunjang arus mudik.

“Kita masih menunggu juklak dari pemerintah, pada intinya kita sudah siap untuk angkutan lebaran, karena agenda tahunan, kita fasilitasi terhadap para pemudik yang menggunakan transportasi kendaraan umum bus,” ujarnya.

Sedangkan untuk kesiapan protokol kesehatan, pihaknya akan lebih memperketat lagi pemeriksaannya, seperti cek suhu tubuh dan akan diadakan pendeteksi Covid dengan alat GeNose, sebagai persyaratan bagi penumpang perjalanan jauh.

“Di terminal Cilacap setiap hari ada 40 bus AKAP yang berangkat, namun ada penurunan jumlah penumpang. Sementara yang tercatat sekitar 300 penumpang setiap harinya, mungkin lebaran nanti berbeda bisa terlepas dari boleh tidaknya mudik nanti mungkin ada peningkatan,” ujarnya.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Dapat Hibah Dirjen Dikti, UNU Purwokerto Mantapkan Sistem Penjaminan Mutu

Selanjutnya

Warga Binaan Lapas Kelas II A Purwokerto, Mendadak Ganteng Dicukur ala Barbershop

TERBARU

Penataan Lapak Pasar Wage, Pedagang Minta Kepastian Waktu Relokasi

Penataan Lapak Pasar Wage, Pedagang Minta Kepastian Waktu Relokasi

Rabu, 18 Februari 2026

Sorotan Publik Soal Opsen Pajak, Ketua DPRD Banyumas Minta Kajian Ulang

Sorotan Publik Soal Opsen Pajak, Ketua DPRD Banyumas Minta Kajian Ulang

Rabu, 18 Februari 2026

Hilal Ramadan 1447 H Masih di Bawah Ufuk, Kemenag: Mustahil Terlihat

Hilal Ramadan 1447 H Masih di Bawah Ufuk, Kemenag: Mustahil Terlihat

Selasa, 17 Februari 2026

POPULER BULAN INI

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Jumat, 6 Februari 2026

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Selasa, 3 Februari 2026

Prosesi Kirab Pusaka Hari Jadi Banyumas ke-455 Digelar Minggu, Ini Rutenya

Prosesi Kirab Pusaka Hari Jadi Banyumas ke-455 Digelar Minggu, Ini Rutenya

Jumat, 13 Februari 2026

Selanjutnya

Warga Binaan Lapas Kelas II A Purwokerto, Mendadak Ganteng Dicukur ala Barbershop

Juragan Beras di Cilacap Jadi Korban Pencuri Modus Pecah Ban! Uang Rp 100 Juta Raib, Begini Kronologinya

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com