INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Kekeringan dan Krisis Air Bersih di Cilacap, BPBD Droping 275.000 Liter Air

Senin, 2 Agustus 2021

Cilacap – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap telah menyalurkan air bersih sebanyak 275.000 liter. Penyaluran itu terhitung sejak awal Januari hingga akhir Juli 2021. Air bersih tersebut diperuntukkan bagi warga yang terdampak kekeringan maupun krisis air bersih.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap Heru Kurniawan mengatakan, krisis air bersih maupun bencana kekeringan dalam 7 bulan terakhir, terjadi di 15 desa yang masuk dalam delapan kecamatan. Dari 15 desa tersebut, yang paling luas mengalami krisis air bersih yakni Kecamatan Patimuan.

“Patimuan paling banyak, ada 5 desa. Yaitu Cimrutu, Bulupayung, Sidamukti, Rawaapu, dan Purwodadi. Total sudah 16 tangki air bersih dikirimkan ke Patimuan sejak Mei lalu,” katanya kepada serayunews.com, Senin (2/8/2021).

Heru menjelaskan, delapan kecamatan yang mengalami krisis air bersih yakni Kecamatan Kawunganten, Kecamatan Gandrungmangu, Kecamatan Bantarsari, Kecamatan Wanareja, Kecamatan Kampunglaut, Kecamatan Cilacap Tengah, Kecamatan Adipala, serta Kecamatan Patimuan.

“Jumlah keluarga yang terdampak sebanyak 4.207, atau sekitar 14.358 jiwa. Sampai saat ini kita sudah mendistribusikan 55 tangki, setara dengan 275.000 liter. Karena setiap tangki berisi 5.000 liter,” ujarnya.

Lebih lanjut Heru menjelaskan, selain 15 desa yang terdampak krisis air bersih, di Kabupaten Cilacap sendiri terdapat 73 desa yang masuk dalam 19 kecamatan, yang memiliki potensi kekeringan di musim kemarau 2021 ini. Untuk itu pihaknya telah melakukan langkah antisipasi, dengan menyiapkan anggaran sebesar 90 juta rupiah yang bersumber dari APBD 2021.

“Anggaran untuk air bersih memang sudah disiapkan, sehingga tidak ada kendala dalam menangani kekeringan. Walaupun pemdes harus mengajukan permohonan dulu sebelum mendapatkan droping air bersih,” jelasnya.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Diberi Spanduk Larangan, Pembuang Sampah Liar Masih Kerap Membuang Sampah Dipinggir Jalan Gerilya Barat

Selanjutnya

Penanganan Covid-19 di Sejumlah Desa di Purbalingga Belum Optimal

TERBARU

Pria 32 Tahun Ditemukan Meninggal di Curug Ciputut Purbalingga, Tim SAR Evakuasi dari Tebing 35 Meter

Pria 32 Tahun Ditemukan Meninggal di Curug Ciputut Purbalingga, Tim SAR Evakuasi dari Tebing 35 Meter

Selasa, 28 April 2026

MUI Banyumas Tindaklanjuti Dugaan Sekte Sesat di Purwokerto

MUI Banyumas Tindaklanjuti Dugaan Sekte Sesat di Purwokerto

Selasa, 28 April 2026

Beralih dari Hiburan ke Belanja, Sejumlah Warga Purwokerto Borong Diskon Makanan Lewat TikTok

Beralih dari Hiburan ke Belanja, Sejumlah Warga Purwokerto Borong Diskon Makanan Lewat TikTok

Selasa, 28 April 2026

POPULER BULAN INI

Dugaan Penganiayaan Mahasiswa Unsoed Berbalut Kasus Kekerasan Seksual, Kampus: Korban Justru Terlapor

Dugaan Penganiayaan Mahasiswa Unsoed Berbalut Kasus Kekerasan Seksual, Kampus: Korban Justru Terlapor

Rabu, 22 April 2026

Jambret Tengah Malam di Purwokerto Barat Bikin Korban Tak Sadarkan Diri, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Jambret Tengah Malam di Purwokerto Barat Bikin Korban Tak Sadarkan Diri, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Selasa, 14 April 2026

Banyumasan Guyub Fest 2026 Siap Obati Rindu Perantau di Ibu Kota

Banyumasan Guyub Fest 2026 Siap Obati Rindu Perantau di Ibu Kota

Sabtu, 4 April 2026

Selanjutnya

Penanganan Covid-19 di Sejumlah Desa di Purbalingga Belum Optimal

Bupati Banyumas : TPST Rempoah sudah Mandiri

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com