PURWOKERTO – Permintaan pasar terhadap varian terbaru rokok HS, HS Slim Double, melonjak drastis hanya dalam sebulan setelah peluncuran. Bahkan, owner perusahaan, Muhammad Suryo, secara terbuka meminta maaf karena produksi belum mampu memenuhi kebutuhan konsumen di seluruh Indonesia.
Permintaan maaf itu disampaikan Suryo di sela jumpa pers Konser Berani Kita Beda Tour HS Hey Slank di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu (30/8/2026).
“Padahal seingat saya, varian ini belum diiklankan secara masif. Mohon maaf, saat ini distribusi belum merata karena permintaan yang sangat luar biasa, sementara produksi masih terbentur kapasitas. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami ratakan seluruh Indonesia,” ujar Suryo.
Kombinasi Apel-Mint dan Jeruk Jadi Daya Tarik
HS Slim Double merupakan salah satu dari 14 varian rokok HS yang telah diluncurkan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Direktur Komersial Rokok HS, Tessa Arya Pradana, menjelaskan bahwa varian ini mengusung konsep rasa ganda, yaitu kombinasi apel mint dan jeruk.
“Ini memberikan sensasi fresh yang berbeda. Rokok slim dengan isi 20 batang ini kami hadirkan untuk menjawab tren konsumen muda yang mencari rasa ringan dan menyegarkan,” kata Tessa dalam kesempatan yang sama.
Selain HS Slim Double, dalam tiga bulan terakhir HS juga meluncurkan HS Bold isi 12 batang dan HS Kretek varian Matcha isi 12 batang. Khusus untuk varian Matcha, Tessa menyebutnya sebagai rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) dengan aroma matcha yang memberikan kesan menenangkan dan kekinian.
Ekspansi Cepat, 14 Varian dalam 3 Tahun
Perjalanan HS di industri rokok nasional terbilang agresif. Tessa merinci, tiga tahun lalu perusahaan memulai penetrasi pasar dengan dua brand awal: HS Filter 20 (segmen high tar) dan HS Bold 20 (segmen hybrid).
Pada Agustus 2024, HS meluncurkan HS Kretek 12 original untuk menjawab permintaan konsumen segmen kretek tangan. Kemudian Oktober 2024, hadir HS Slim dengan empat varian: Original, Menthol, Fresh Mint, dan Purple.
“Juni 2025 kami luncurkan HS Filter 12, dan September 2025 kami keluarkan HS Mild Original, Mild Purple, dan Mild Mango Ice untuk segmen LTLN ukuran reguler 16 batang. Total, dalam tiga tahun kami sudah memiliki 14 varian,” papar Tessa.
Market Share Naik 1,5 Persen, Penjualan Tembus 100 Juta Batang
Meski terbilang pemain baru, pertumbuhan HS cukup signifikan. Berdasarkan survei Nielsen pada semester I 2026, pangsa pasar HS naik 1,5 persen dibanding periode sama tahun 2025.
“Peningkatan market share kami termasuk yang terbesar kedua di industri. Untuk usia brand yang baru 1,5 tahun, ini pencapaian yang sangat baik,” ujar Tessa.
Di wilayah Banyumas Raya sendiri, performa penjualan tercatat mencapai hampir 100 juta batang atau sekitar 9.000 karton hingga Juli 2026. Produk HS kini tersebar di hampir 20 ribu toko, mulai dari kelontong, semi grosir, hingga ritel modern.
Untuk distribusi di Banyumas Raya, HS menggandeng PT Mantra Aji Logistik dan telah memberdayakan hampir 100 tenaga kerja lokal dari berbagai posisi.
Serap 8.000 Karyawan, Libatkan Disabilitas
Tak hanya fokus pada produk, HS juga mencatatkan ekspansi di sektor ketenagakerjaan. Saat ini, jumlah karyawan HS mendekati 8.000 orang, dengan kebijakan inklusif yang melibatkan penyandang disabilitas serta penerimaan pekerja tanpa pengalaman sebelumnya.
Pabrik-pabrik HS yang berlokasi di Magelang dan Yogyakarta juga disebut ikut menggerakkan ekonomi lokal dengan menyerap tenaga kerja dari warga sekitar.
Angga Saputra






