BANYUMAS – Pemerintah Kabupaten Banyumas resmi menggelar pesta tahunan ekonomi kreatif bertajuk Karya Kreatif Serayu (KKS) dan Banyumas Digifest 2026. Acara yang berlangsung di Menara Teratai Purwokerto pada Sabtu (20/6/2026) ini dibuka langsung oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, dan akan berlangsung selama dua hari ke depan.
Pembukaan yang berlangsung meriah ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus strategi besar mendorong transformasi digital di wilayah Banyumas Raya. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Christoveny, Bupati Banjarnegara Amalia Desiana, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, serta jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat.
Dorongan Digitalisasi dan Penguatan UMKM
Mengusung tema “Penguatan Sinergi dan Digitalisasi untuk Mengakselerasi UMKM Banyumas Raya yang Tangguh, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan”, Bupati Sadewo menegaskan bahwa era digital bukan lagi sekadar tren, melainkan sebuah keniscayaan.
“Transformasi digital saat ini adalah kebutuhan yang tidak bisa kita hindari. Kami di Pemkab Banyumas terus mendorong elektronifikasi transaksi dan perluasan penggunaan QRIS agar tata kelola pemerintahan lebih efisien dan transparan,” ujar Sadewo dalam sambutannya di panggung utama.
Ia menekankan bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Untuk itu, pemerintah tidak hanya berhenti pada pameran, tetapi terus menggulirkan program pendampingan mulai dari pelatihan, business matching, hingga bimbingan teknis agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.
Sinergi Banyumas Raya dan Peluncuran Inovasi Digital
Kepala Bank Indonesia Purwokerto, Christoveny, menyampaikan bahwa Digifest tahun ini adalah yang ketiga kalinya dan merupakan wujud nyata kolaborasi lintas daerah dan sektor. Lebih dari 100 pelaku UMKM dari Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, dan Cilacap (Banyumas Raya) turut memeriahkan UMKM Expo dengan memamerkan produk wastra, kriya, hingga kuliner khas daerah.
“Kami berkolaborasi dengan OJK, perbankan, akademisi, dan komunitas. Hari ini kami juga meluncurkan program konkret, yaitu pembayaran parkir di Menara Teratai menggunakan QRIS, dan implementasi e-Retribusi di 14 pasar di Kabupaten Banyumas,” papar Christoveny.
Lebih dari Sekadar Pameran
Selain berbelanja produk lokal, masyarakat yang hadir di Digifest 2026 juga dapat menikmati berbagai layanan publik gratis. Mulai dari pelayanan pajak, pembuatan SIM, SKCK, perizinan berusaha, donor darah, hingga pasar tani dan pasar Bulog dengan harga terjangkau. Tak ketinggalan, ada pula area edukasi keuangan dan green experience bagi pengunjung.
Di akhir sambutannya, Bupati Sadewo berharap agar gelaran ini bisa menjadi momentum kebangkitan ekonomi kerakyatan.
“Kami berharap kolaborasi ini melahirkan UMKM yang inovatif dan tangguh. Mari kita bangga menggunakan produk lokal dan dukung perekonomian Banyumas Raya dengan pembayaran digital,” pungkasnya.
Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra







