INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

FMP2M Sentil Keras Menu MBG : Banyak yang Berakhir Terbuang

FMP2M Sentil Keras Menu MBG : Banyak yang Berakhir Terbuang

Menu untuk siswa di SMK Ksatrian 2 Purwokerto yang berlokasi di Dukuh Waluh pada Jum'at (6/3/2026) Foto : FMP2M Banyumas

Jumat, 6 Maret 2026

BANYUMAS – Aktivis Forum Masyarakat Peduli Program MBG (FMP2M), Henri Rusmanto, menyoroti semakin banyaknya aduan masyarakat terkait menu kering dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bulan Ramadhan. Menurutnya, keluhan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi serius agar pelaksanaan program ke depan dapat berjalan lebih baik.

Henri mengaku prihatin setelah melihat berbagai unggahan di media sosial serta laporan pemberitaan mengenai menu MBG yang diterima sejumlah sekolah. Ia menilai menu yang dibagikan belum sepenuhnya mencerminkan semangat pemenuhan gizi bagi siswa sebagaimana yang sering disosialisasikan.

“Di banyak sekolah terpampang tulisan bahwa makanan bergizi adalah hak anak sekolah atau hak anak Indonesia. Namun ketika melihat menu yang diterima siswa, saya justru merasa miris karena belum terlihat jelas unsur gizinya,” kata Henri.

Ia menilai dapur penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kemungkinan lebih berfokus pada perhitungan nilai gizi, tetapi kurang memperhatikan variasi menu yang disukai siswa. Padahal, menurutnya, aspek selera dan preferensi siswa juga penting agar makanan benar-benar dikonsumsi.

Henri mengusulkan agar SPPG membuat daftar menu untuk jangka waktu tertentu, misalnya dua minggu, kemudian membagikannya kepada siswa dalam bentuk kuisioner. Dengan cara itu, siswa dapat memilih beberapa alternatif menu yang mereka sukai.

“Misalnya untuk hari Senin ada beberapa pilihan menu, begitu juga hari berikutnya. Dari kuisioner itu bisa diketahui menu apa yang sebenarnya diinginkan siswa,” jelasnya.

Menurutnya, mekanisme tersebut dapat mencegah terjadinya pemborosan makanan. Jika menu dipaksakan tanpa mempertimbangkan selera siswa, ada kemungkinan makanan tidak dimakan dan akhirnya terbuang.

“Tujuan program makan bergizi gratis itu agar makanan dikonsumsi dengan baik oleh siswa. Kalau akhirnya dibuang, tentu menjadi mubazir dan tujuan program tidak tercapai,” ujarnya.

Henri menambahkan bahwa selera siswa di setiap daerah juga berbeda, baik antara sekolah di perkotaan maupun pedesaan. Oleh karena itu, ia menilai kebijakan menu sebaiknya tidak diseragamkan secara kaku.

“SPPG dan pengelola MBG juga perlu mengetahui keinginan siswa terkait menu yang mereka sukai, sehingga makanan yang disajikan benar-benar bisa dimakan habis dan memberi manfaat bagi penerima,” katanya.

Ia kembali menyebut bahwa hampir setiap hari, khususnya sejak memasuki bulan Ramadhan, menu yang diberikan didominasi telur dan roti yang meski ada kandungan gizi, tapi seharusnya tidak dijadikan menu harian yang kesannya monoton.

“Kami menyampaikan kritik ini agar program MBG dapat berjalan lebih baik. Jangan sampai justru anti kritik, tetapi jadikan sebagai bahan pembenahan,” tegasnya. (Angga Saputra)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

ISMAIL: DARI KLAN MENJADI SUKU

Selanjutnya

KPU Banyumas Jalin Kerja Sama dengan Pemkab dan 11 Kampus, Perkuat Pendidikan Demokrasi

TERBARU

Prabowo Gelar Pertemuan Empat Mata dengan Macron di Istana Élysée

Prabowo Gelar Pertemuan Empat Mata dengan Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026

Perkuat Pendidikan Politik, Bawaslu Purbalingga dan IJTI Banyumas Raya Teken MoU Publikasi Pengawasan

Perkuat Pendidikan Politik, Bawaslu Purbalingga dan IJTI Banyumas Raya Teken MoU Publikasi Pengawasan

Rabu, 15 April 2026

Pengedar Psikotropika di Karanglewas Ditangkap, Polisi Telusuri Jaringan Lebih Luas

Pengedar Psikotropika di Karanglewas Ditangkap, Polisi Telusuri Jaringan Lebih Luas

Rabu, 15 April 2026

POPULER BULAN INI

Profil Ammy Amalia: Dari Anggota DPR, Notaris, Kini Jadi Plt Bupati Cilacap

Profil Ammy Amalia: Dari Anggota DPR, Notaris, Kini Jadi Plt Bupati Cilacap

Senin, 16 Maret 2026

Banyumasan Guyub Fest 2026 Siap Obati Rindu Perantau di Ibu Kota

Banyumasan Guyub Fest 2026 Siap Obati Rindu Perantau di Ibu Kota

Sabtu, 4 April 2026

Peredaran Uang Palsu Hebohkan Pasar Cilongok, 4 Pedagang Jadi Korban

Peredaran Uang Palsu Hebohkan Pasar Cilongok, 4 Pedagang Jadi Korban

Sabtu, 4 April 2026

Selanjutnya
KPU Banyumas Jalin Kerja Sama dengan Pemkab dan 11 Kampus, Perkuat Pendidikan Demokrasi

KPU Banyumas Jalin Kerja Sama dengan Pemkab dan 11 Kampus, Perkuat Pendidikan Demokrasi

Mediasi Eks Karyawan dan MTF Buntu, Pesangon Rp109 Juta Masih Belum Dibayarkan

Mediasi Eks Karyawan dan MTF Buntu, Pesangon Rp109 Juta Masih Belum Dibayarkan

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com