INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Dua Saksi Naik Ditetapkan Jadi Tersangka, Uang Sitaan Tambah Rp 200 Juta

Senin, 22 Maret 2021

PURWOKERTO-Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi program jaring pengaman sosial (JPS) pemberdayaan masyarakat terdampak Covid-19 atau bansos covid-19 Banyumas dari dari Kementerian Ketenagakerjaan di wilayah Kabupaten Banyumas, .

“Kemarin Kajari Purwokerto sudah ekspos internal kasus itu dan langsung penetapan tersangka. Ada dua tersangka, AM (26) dan MT (37),” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Priyanto didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Purwokerto Sunarwan, usai peletakan batu pertama pembangunan perumahan Adhiyaksa Recidence di Desa Karanggintung Kecamatan Sumbang, Rabu (17/3/2021).

Menurutnya, kasus tersebut naik ke penyidikan karena sejak tahun 2020 sudah banyak mengingatkan masyarakat dan birokrasi untuk patuh pada aturan. Setahun itu pihaknya fokus ke upaya pencegahan-pencegahan terjadinya penyalahgunaan program bantuan sosial maupun JPS.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

“Di wilayah Kejari Purwokerto terdapat sejumlah kelompok masyarakat yang disalahgunakan dananya,” katanya.

Pihaknya memberi wewenang penuh ke Kajari Purwokerto melalui penyidiknya meningkatkan kasus tersebut dari penyelidikan menjadi penyidikan agar kerugian-kerugian negara dapat diselamatkan.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Kajari Purwokerto Sunarwan mengatakan, dua tersangka tersebut ditetapkan pada hari Selasa (16/3) setelah pihaknya melaksanakan ekspos internal.

“Sementara tersangkanya baru dua, dan tidak kita tahan karena selama pemeriksaan mereka kooperatif,” katanya.

Disinggung kemungkinan akan ada tersangka lain, Sunarwan mengatakan, untuk sementara masih mengumpulkan alat bukti. Penambahan tersangka lain, kata dia, ini tergantung dari hasil pengumpulan alat bukti.

“Yang jelas sudah dua tersangka yang kami tetapkan, namun sementara belum ditahan,” katanya menegaskan.

Terkait dengan potensi kerugian yang terjadi, mwnurut Kajari, berdasarkan penghitungan terdapat penambahan sekitar Rp 200 juta, yakni dari kisaran Rp1,920 miliar menjadi Rp2,120 miliar. Tambahan uang Rp 200 juta tersebut, jelas dia, merupakan hasil penyitaan lanjutan yang dilakukan pada hari Selasa (16/3).

“Ini kita sita, yang Rp 160 juta dari AM, sedangkan yang Rp40 juta dari MT,” katanya.

Buat ‘Green House’ Melon

Sunarwan mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, dana yang berasal dari 48 kelompok masyarakat tersebut akan digunakan oleh para tersangka untuk membuat “green house” melon yang sampai sekarang belum jadi. Lokasinya di Desa Sokawera Kecamatan Cilongok. Menyangkut jumlah saksi yang diperiksanya mengatakan sudah hampir 50 orang.

Seperti diwartakan, Kejari Purwokerto tanggal 9 Maret lalu telah melakukan penggeledahan di rumah AM, warga Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, dan berhasil menyita uang sebesar Rp470 juta.

Selain itu, juga mengamankan 45 stempel kelompok dari total 48 kelompok, satu unit komputer, beberapa dokumen perjanjian kerja sama antara 48 kelompok dan Direktorat Pengembangan dan Perluasan Kerja pada Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Ditjen Bina Penta dan PKK) Kemnaker RI. Termasuk 15 buku rekening bank BRI.

Total bantuan dari Ditjen Bina Penta dan PKK Kemnaker RI untuk 48 kelompok itu mencapai Rp 2,120 miliar yang ditransfer ke rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) milik kelompok, masing-masing mendapatkan Rp40 juta.

Pencairan dari rekening 48 kelompok penerima tanggal 1 Desember 2020. Masing-masing kelompok seharusnya menerima Rp 40juta. Namun saat dicairkan langsung ditarik tersangka.(aw-3)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Terapkan Tilang Elektronik, Polres Purbalingga Kini Punya Traffic Management Center

Selanjutnya

Arsenal ditahan imbang West Ham 3-3

TERBARU

Gangguan KA Kamandaka, Efek Domino Terjadi: 3 Kereta Lain Ikut Terlambat

Gangguan KA Kamandaka, Efek Domino Terjadi: 3 Kereta Lain Ikut Terlambat

Jumat, 27 Maret 2026

Jenazah Pria Paruh Baya Ditemukan Mengapung di Sungai Karanganyar Kebumen

Jenazah Pria Paruh Baya Ditemukan Mengapung di Sungai Karanganyar Kebumen

Jumat, 27 Maret 2026

118 Kepala Sekolah di Banyumas Terima SK Mutasi, Bupati Sadewo: Jadi Pemimpin yang Inspiratif

118 Kepala Sekolah di Banyumas Terima SK Mutasi, Bupati Sadewo: Jadi Pemimpin yang Inspiratif

Jumat, 27 Maret 2026

POPULER BULAN INI

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Bupati Cilacap dan 6 Pejabat Diamankan KPK Usai Diperiksa di Polresta Banyumas

Bupati Cilacap dan 6 Pejabat Diamankan KPK Usai Diperiksa di Polresta Banyumas

Jumat, 13 Maret 2026

Selanjutnya

Arsenal ditahan imbang West Ham 3-3

Leicester singkirkan MU dari Piala FA

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com