PURWOKERTO – Sebanyak 30 anak yatim, piatu, dan dhuafa mengikuti kegiatan Edu Trip yang digelar Dompet Dhuafa Jawa Tengah Cabang Purwokerto di Menggala Ranch, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) Dompet Dhuafa yang ke-33.
Edu Trip kali ini dirancang tidak hanya sebagai wisata rekreasi, tetapi juga sarana belajar di luar kelas. Anak-anak diajak mengenal lingkungan dan dunia peternakan, melestarikan permainan tradisional, serta mendapatkan edukasi kesehatan.
Kegiatan dimulai dari Kantor Dompet Dhuafa Purwokerto dengan registrasi dan pemeriksaan kesehatan. Peserta kemudian diberangkatkan menuju Menggala Ranch menggunakan armada angkutan kota. Selama perjalanan dan aktivitas, 20 relawan pendamping mendampingi peserta dengan rasio satu relawan untuk dua hingga tiga anak, guna memastikan pengawasan dan perhatian optimal.
Di lokasi, anak-anak diajak berkeliling kawasan eduwisata Menggala Ranch. Mereka dikenalkan dengan berbagai jenis hewan ternak, berinteraksi langsung, hingga diberi kesempatan memberi makan hewan. Pengalaman ini menjadi bagian dari pembelajaran tentang lingkungan dan dunia peternakan.
Tak hanya itu, Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan Komunitas Permainan Tradisional Jonjang mengenalkan sejumlah permainan rakyat, seperti egrang bambu, egrang batok, bakiak, congklak, dan lompat tali. Aktivitas ini bertujuan melestarikan budaya lokal sekaligus melatih motorik, kerja sama, dan sportivitas anak.
Kepala Unit Dompet Dhuafa Jawa Tengah Cabang Purwokerto, Maskuri, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen lembaga untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna, bukan sekadar bantuan materi.
“Momentum Harlah ke-33 ini kami manfaatkan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak yatim, piatu, dan dhuafa. Mereka diajak mengenal lingkungan, melestarikan permainan tradisional, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Maskuri.
Setelah sesi wisata dan permainan, anak-anak mendapat edukasi kesehatan dari tim Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Jawa Tengah. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya menjaga kebersihan diri, pola hidup sehat, serta perilaku bersih dalam keseharian.
Salah satu peserta, Anin (9), mengaku sangat senang mengikuti kegiatan tersebut. “Saya senang bisa memberi makan hewan dan bermain egrang bersama teman-teman. Kakak-kakak relawannya juga baik dan selalu membantu kami. Terima kasih Dompet Dhuafa,” ujarnya dengan antusias.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan santunan kepada seluruh peserta, sesi foto bersama, serta pemberian hadiah. Rangkaian acara dilanjutkan dengan istirahat, salat, dan makan siang bersama.
Maskuri berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai ruang belajar inklusif bagi anak-anak yatim, piatu, dan dhuafa, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas.
Edu Trip ini terselenggara berkat dukungan berbagai mitra, antara lain Menggala Ranch, LKC Jawa Tengah, Komunitas Permainan Tradisional Jonjang, PT Garuda Mitra Abadi Jaya, serta para donatur, relawan, dan organisasi mahasiswa yang turut berpartisipasi.
Penulis: Azahid Fauzi
Editor : Angga Saputra








