INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Dari Kampus ke Desa: Film “Pesta Babi” Diputar di Kawunganten, Publik Antusias

Dari Kampus ke Desa: Film “Pesta Babi” Diputar di Kawunganten, Publik Antusias

Suasana diskusi usai nonton bareng film dokumenter "Pesta Babi" di Kamiada Resto, Desa Kawunganten, Cilacap, Sabtu (23/5/2026) malam. (Foto : Dok. istimewa)

Minggu, 24 Mei 2026

CILACAP – Pemutaran film dokumenter “Pesta Babi” karya sutradara Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale tak hanya sukses digelar di lingkungan kampus. Kini, kegiatan serupa menjangkau wilayah pedesaan dan berlangsung lancar tanpa penolakan.

Kurang lebih 100 warga memadati acara nonton bareng (nobar) yang digelar di Kamiada Resto, Desa Kawunganten, Kecamatan Kawunganten, Cilacap, pada Sabtu (23/5/2026) malam.

Kegiatan bertajuk “Layar Pembebasan: No Borders, No Racism, No Fascism, No Silence” itu berlangsung tertib. Puluhan masyarakat dari berbagai elemen tampak antusias mengikuti jalannya acara sejak pukul 20.00 WIB hingga selesai.

Usai pemutaran, agenda dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang menghadirkan pemantik dialog Afiki Barindo. Diskusi dipandu oleh moderator bernama Risky.

Kontroversi Film dan Kebebasan Berekspresi

Penggagas acara, Arian, mengungkapkan bahwa film Pesta Babi memantik perdebatan luas. Menurutnya, hal ini bukan hanya karena judulnya yang provokatif, tetapi juga karena keberanian film tersebut menyentuh ruang sensitif, mulai dari kebebasan berekspresi, budaya, moral publik, hingga toleransi sosial di Indonesia.

“Di satu sisi, film ini bisa dibaca sebagai upaya sineas menghadirkan realitas sosial secara apa adanya tanpa tunduk pada tekanan mayoritas,” ujar Arian.

Ia menjelaskan, masalah utama dari kontroversi seperti ini sering kali bukan sekadar isi film, melainkan bagaimana ruang publik dengan mudah terjebak pada polarisasi.

Nobar Sebagai Edukasi dan Motivasi Berpendapat

Arian menambahkan, terselenggaranya nobar Pesta Babi di wilayah Kecamatan Kawunganten juga berfungsi sebagai edukasi bagi masyarakat. Ia berharap kegiatan ini dapat memotivasi warga agar berani mengeluarkan pendapat, sesuai dengan perlindungan undang-undang.

“Kami akan membuat wadah komunitas kritis di wilayah kecamatan Kawunganten agar menjadi kontrol dan mewakili pemikiran masyarakat bawah,” katanya.

Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Film “Pesta Babi”, Demokrasi, dan Ketakutan Negara pada Suara Warga

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Dari Kampus ke Desa: Film “Pesta Babi” Diputar di Kawunganten, Publik Antusias

Dari Kampus ke Desa: Film “Pesta Babi” Diputar di Kawunganten, Publik Antusias

Minggu, 24 Mei 2026

Film “Pesta Babi”, Demokrasi, dan Ketakutan Negara pada Suara Warga

Film “Pesta Babi”, Demokrasi, dan Ketakutan Negara pada Suara Warga

Sabtu, 23 Mei 2026

DI ATAS BENDERA INDONESIA INCORPORATED

KEADILAN DIGITAL ITU MISI EKONOMI PANCASILA

Sabtu, 23 Mei 2026

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com