BANYUMAS — Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Banyumas kembali menunjukkan hasil nyata dari program pembinaan kemandirian. Dalam panen kali ini, WBP asimilasi luar rutan berhasil memanen 40 kilogram terung, hasil dari lahan pertanian yang mereka kelola secara mandiri.
Program pertanian ini menjadi salah satu unggulan Rutan Banyumas, yang tidak hanya menekankan pembinaan mental, tetapi juga keterampilan kerja produktif. Para WBP dilibatkan penuh mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga panen, sehingga memperoleh pengalaman praktis yang dapat menjadi bekal setelah bebas.
Hasil panen juga memberi dampak ekonomi langsung. Dari penjualan terung, WBP menerima premi yang disalurkan ke rekening BRIZI masing-masing, sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka. Transparansi ini diharapkan menumbuhkan motivasi untuk terus produktif.
Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, melalui Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Sigit Purwanto, menegaskan komitmen pembinaan berkelanjutan. “Kegiatan panen ini adalah wujud konkret dari program pembinaan kemandirian. Kami ingin memastikan WBP tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh keterampilan yang bermanfaat setelah bebas,” ujarnya.
Salah satu WBP, Y (35), mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan tersebut. “Dari awal menanam sampai panen, kami dilibatkan langsung. Selain menambah ilmu dan pengalaman, kami juga mendapat hasil dari kerja kami sendiri. Ini sangat berarti dan menjadi penyemangat untuk lebih baik ke depannya,” katanya.
Ke depan, Rutan Banyumas berkomitmen meningkatkan kualitas dan kuantitas program pertanian agar manfaatnya semakin luas, tidak hanya bagi WBP, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. (Yoga Cokro)






