INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Dampak PPKM Makin Nyata, Panen Ayam Molor, Operasional Bengkak, Serapan Pasar Drop, Peternak Rugi Ratusan Juta

Kamis, 8 Juli 2021

BANJARNEGARA – Pandemi Covid-19 sangat berdampak bagi peternak ayam broiler. Bagi peternak kemitraan, harga per kilogram tetap sesuai kontrak. Namun mundurnya waktu panen membuat banyak ayam yang mati dan biaya operasional membengkak.

Peternak ayam broiler Tulus Hidayat mengatakan mundurnya waktu panen membuat kematian meningkat.

“Ketika panen mundur, tingkat kematian tinggi jelas kerugian besar diderita sama peternak. Mungkin bukan hanya kami yang di Kebondalem (Kecamatan Bawang), tapi di Banjarnegara daerah lain termasuk Punggelan dan Wanadadi mungkin juga sama,” kata dia, Rabu (7/7).

Dikatakan, dengan tingkat kematian sekitar empat persen dan ayam sampai umur 45 hari, kerugian sekitar Rp 200 juta per farm.

“Angka kematian per hari kemarin pas lagi padat-padatnya itu per lantai 80 ekor, kita ada lima lantai. Siklus panen normal 35 sampai 36 hari sudah panen raya dan di 37 -38 hari sudah habis. Jadi 40 hari itu sudah bersih-bersih,” paparnya.

Namun saat ini pada umur 45 hari, di kandang masih ada sekitar 30 ribu ekor ayam.

“Rentang waktu panennya sudah terlalu lama, kandang sudah terlalu padat,” paparnya.

Menurut dia, kepadatan yang tinggi ini membuat banyak ayam yang mati.

“Selaku mitra kita tidak bisa menjual keluar. Kita ngga punya order, karena selaku mitra hanya memelihara ngga berhak menjual,” paparnya.

Dikatakan, kerugian semakin tinggi, kematian terus, kasih makan juga terus peningkatan bobot ayam sudah tidak efesien.

“Menurut saya dampak dari lock down-lock down (PPKM). Selain itu mungkin daya beli masyarakat menurun,” tuturnya.

Keinginan peternak yaitu broker, pembeli, peternak dan mitra duduk bersama. untuk mencari jalan keluar dan solusi dan menyesuaikan daya beli masyarakat.

Owner Saiful Farm, Saeful Muzad mengatakan, peternak ayam sangat merasakan dampak pandemi Covid-19. Seperyi yang dialaminya, produksi yang bisanya 100 ribu ekor biasa 35 hari panen, kini harus mencapai 45 hari karena serapan pasar menurun.

Dikatakan, ayam broiler memiliki sifat lemah. “Kalau udara ngga cukup, oksigennya ngga cukup lemas terus mati. Apalagi kalau panas. Biasanya kematian paling dua persen. Sekarang hampir empat persen. kerugian besar karena ayam yang mati sudah besar dan bobotnya lebih dari 3,5 kilogram,” paparnya.

Bagi peternak seperti dia, harga tidak terlalu berpengaruh. Sebab sudah kontrak dengan mitra. Namun karena waktu panen mundur, biaya operasinal membengkak. “Kalau peternak yang kecil-kecil bisa habis, kalau yang mandiri juga bisa habis,” paparnya.

Lebih lanjut dia meminta agar pemerintah memperhatikan para peternak. “Jangan membuat berita yang spekulatif seperti mau impor dan lain sebagainya, ini mengganggu pasar,” ungkapnya. (drn)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Terkait Gerakan Purbalingga di Rumah Saja, Bupati Tiwi Keluarkan SE

Selanjutnya

Dini Hari, Rumah Warga Selaganggeng Purbalingga Terbakar

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Magang di SMK, 3 Mahasiswi UMP Abadikan Pengalaman Jadi Buku Inspiratif

Magang di SMK, 3 Mahasiswi UMP Abadikan Pengalaman Jadi Buku Inspiratif

Rabu, 20 Mei 2026

Dua Orang Meninggal, Bus Sugeng Rahayu Melaju Tak Terkendali di Wangon

Dua Orang Meninggal, Bus Sugeng Rahayu Melaju Tak Terkendali di Wangon

Rabu, 20 Mei 2026

Dampak Dolar AS Menguat, Harga Kedelai di Banyumas Tembus Rp10.600 per Kilogram

Dampak Dolar AS Menguat, Harga Kedelai di Banyumas Tembus Rp10.600 per Kilogram

Rabu, 20 Mei 2026

Selanjutnya

Dini Hari, Rumah Warga Selaganggeng Purbalingga Terbakar

Bupati Lepas 137 Relawan UMP Bantu Percepatan Penanganan Covid-19

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com