BATURRADEN – BRI Jazz Gunung Slamet 2026 kembali hadir dengan deretan penampil yang tak kalah menarik dari tahun-tahun sebelumnya. Festival musik yang digelar di lereng Gunung Slamet, Baturraden 27 Juni 2026 ini menyuguhkan kombinasi unik antara pertunjukan musik berkualitas dan pesona alam pegunungan.
Mengusung tema “Jazztination”, event tahun ini menghadirkan lima penampil utama dengan latar belakang musik yang beragam, mulai dari jazz kontemporer, indie pop, swing, hingga sentuhan keroncong dan teater musikal. Berikut profil singkat para musisi dan band yang akan tampil:
Amelia Ong – Representasi Talenta Lokal Banyumas

Amelia Ong adalah vokalis jazz asal Purwokerto yang dikenal sebagai musisi multitalenta. Dengan karakter vokal yang kuat dan kemampuan memainkan berbagai alat musik, namanya kerap menghiasi panggung festival jazz nasional.
Selain aktif sebagai pemain panggung, ia juga dikenal berperan dalam mengembangkan ekosistem musik jazz di daerah. Kehadirannya di Jazz Gunung Slamet 2026 menjadi bukti bahwa talenta lokal Banyumas mampu bersaing di level nasional.
Emptyyy – Warna Alternatif dari Generasi Muda
Emptyyy adalah grup musik independen yang lahir dari kreativitas generasi muda. Dengan warna musik alternatif yang segar, band ini berhasil menarik perhatian pendengar Gen Z dan milenial berkat lirik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari serta aransemen yang tidak konvensional.
Keikutsertaan Emptyyy menunjukkan bahwa Jazz Gunung Slamet tidak hanya membatasi diri pada jazz konvensional, tetapi juga membuka ruang bagi dialog antargenre musik modern.
MOCCA – Legenda Indie Pop dengan Sentuhan Jazz dan Bossa Nova

MOCCA merupakan salah satu band indie paling berpengaruh di Indonesia. Dibentuk di Bandung pada tahun 1999, grup ini digawangi oleh Arina Ephipania (vokal), Riko Prayitno (gitar), Toma Pratama (bass), dan Indra Massad (drum).
Dikenal dengan nuansa swing, jazz, pop, dan bossa nova yang ringan dan romantis, MOCCA telah melahirkan sejumlah lagu yang menjadi soundtrack generasi muda Indonesia sejak awal 2000-an, seperti Secret Admirer, I Remember, Happy!, dan On a Night Like This. Tak hanya di Tanah Air, MOCCA juga memiliki basis penggemar kuat di Jepang dan Korea Selatan.
Kevin Yosua Big 6 feat. Gracy Tamangendar – Eksplorasi Jazz Modern

Kevin Yosua adalah pianis jazz muda berbakat Indonesia yang dikenal dengan permainan piano dinamis dan eksploratif. Melalui proyek “Big 6”, ia menghadirkan format ensambel yang memadukan improvisasi jazz modern dengan sentuhan musik kontemporer.
Penampilannya di Baturraden akan semakin istimewa berkat kolaborasi dengan Gracy Tamangendar, penyanyi jazz muda yang memiliki karakter vokal kuat dan kemampuan interpretasi lagu yang memikat. Duet ini diprediksi menjadi salah satu suguhan utama festival.
NonaRia – Duo Keroncong-Jazz dengan Sentuhan Teater

NonaRia adalah duo musik asal Yogyakarta yang beranggotakan Nesia Ardi dan Nanin Wardhani. Grup ini dikenal karena perpaduan unik antara keroncong, jazz, swing, pop retro, dan teater musikal dalam setiap pertunjukannya.
Lagu-lagu mereka banyak mengangkat kisah keseharian masyarakat dengan pendekatan jenaka, satir, dan sarat kritik sosial. Penampilan NonaRia selalu menghadirkan nostalgia khas Indonesia tempo dulu, namun dikemas secara modern dan menghibur.
Keberagaman Generasi dan Genre, Daya Tarik Utama Line Up 2026
Keunikan line up tahun ini terletak pada keberagaman generasi dan warna musik yang dihadirkan. Mulai dari talenta lokal Banyumas (Amelia Ong), semangat independen generasi muda (Emptyyy), romantisme indie legendaris (MOCCA), eksplorasi jazz modern (Kevin Yosua Big 6 feat. Gracy Tamangendar), hingga sentuhan tradisi dan teater (NonaRia).
Kombinasi tersebut sejalan dengan tema “Jazztination”, yang tidak hanya menawarkan pertunjukan musik berkualitas, tetapi juga menghadirkan pengalaman budaya dan wisata alam khas Baturraden di lereng Gunung Slamet.
Bagi pecinta musik dan wisata alam, BRI Jazz Gunung Slamet 2026 menjadi agenda yang patut dinantikan. Nikmati harmoni musik, suasana pegunungan, dan semangat kebersamaan dalam satu panggung.
Angga Saputra






