INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Bupati Sadewo Resmi Buka MPLS Sekolah Rakyat Banyumas: “Ini Harapan Baru bagi Anak-Anak Kita”

Bupati Sadewo Resmi Buka MPLS Sekolah Rakyat Banyumas: “Ini Harapan Baru bagi Anak-Anak Kita”

Suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Banyumas, Rabu (29/7/2026). Bupati Sadewo Tri Lastiono tampak memberikan motivasi kepada para peserta didik baru agar bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. (Foto : Sub Bag Prokompim Setda Banyumas)

Rabu, 29 Juli 2026

BANYUMAS – Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Banyumas, Rabu (29/7/2026). Kehadiran sekolah ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan sekaligus membuka kesempatan bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih cerah.

Dalam sambutannya, Sadewo menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar tambahan pilihan layanan pendidikan di Banyumas, melainkan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memperoleh hak yang sama untuk mengenyam pendidikan berkualitas.

“Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 ini bukan sekadar menambah pilihan layanan pendidikan di Kabupaten Banyumas, tetapi juga membuka harapan baru bagi anak-anak kita untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Sadewo di hadapan para peserta didik baru, guru, dan orang tua wali.

Ia pun memberikan motivasi kepada para siswa agar mengikuti proses pendidikan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, kesempatan belajar di Sekolah Rakyat harus dimanfaatkan sebagai jalan untuk mengubah masa depan melalui kerja keras, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi.

Sadewo optimistis para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan berdaya saing, asalkan menjalani pendidikan dengan penuh kesungguhan. Ia juga mengajak seluruh guru, tenaga kependidikan, pengasuh asrama, serta semua pihak yang terlibat untuk mendampingi para siswa dengan penuh kasih sayang dan keteladanan.

“Ciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan,” pesannya.

Di tengah antusiasme, seorang peserta didik baru kelas VIII SMP, Ade Kirana, warga Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, mengaku bersyukur dapat diterima di Sekolah Rakyat. Ia merasa bangga dan melihat sekolah tersebut sebagai harapan baru untuk masa depannya.

Meskipun kedua orang tuanya tidak dapat mengantar karena bekerja di luar kota, Ade tetap antusias mengikuti MPLS dan mulai menjalani kehidupan di asrama. Namun, di balik semangatnya, ada kekhawatiran yang ia rasakan.

“Aku sih enggak deg-degan, tapi takut dibully di asrama. Dulu waktu kelas lima pernah dibully, jadi takut kalau di sini mengalami hal yang sama lagi,” ungkapnya jujur.

Pengakuan Ade menjadi pengingat pentingnya program antiperundungan di lingkungan pendidikan, terutama di sekolah dengan sistem asrama seperti Sekolah Rakyat.

Nenek Rela Antar Cucu yang Sempat Putus Sekolah Tiga Tahun

Harapan serupa juga disampaikan oleh Wartiah, seorang nenek yang mengantar cucunya pada hari pertama MPLS. Ia menceritakan bahwa cucunya telah putus sekolah selama lebih dari tiga tahun sejak kelas III SD.

Menurut Wartiah, cucunya selama ini cenderung pendiam dan kurang percaya diri. Namun, setelah mendapat pendampingan dan motivasi, sang cucu akhirnya bersedia kembali menempuh pendidikan.

“Alhamdulillah sekarang mau sekolah lagi. Waktu diberi motivasi, dia bilang, ‘Iya, aku mau berubah, mau jadi anak yang lebih baik’,” tutur Wartiah dengan mata berbinar.

Sekolah Rakyat: Harapan Baru bagi Pendidikan Inklusif

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Banyumas hadir sebagai solusi bagi anak-anak yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan formal, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu, anak putus sekolah, hingga anak dengan kebutuhan khusus.

Dengan sistem terintegrasi yang menggabungkan pendidikan formal dan pembinaan karakter di asrama, sekolah ini diharapkan menjadi model pendidikan yang mampu mencetak generasi unggul dan berdaya saing.

Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Psikiater RSUD Banyumas Beberkan Fakta Medis: LGBT Bisa Kembali Normal Lewat Rehabilitasi

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Bupati Sadewo Resmi Buka MPLS Sekolah Rakyat Banyumas: “Ini Harapan Baru bagi Anak-Anak Kita”

Bupati Sadewo Resmi Buka MPLS Sekolah Rakyat Banyumas: “Ini Harapan Baru bagi Anak-Anak Kita”

Rabu, 29 Juli 2026

Psikiater RSUD Banyumas Beberkan Fakta Medis: LGBT Bisa Kembali Normal Lewat Rehabilitasi

Psikiater RSUD Banyumas Beberkan Fakta Medis: LGBT Bisa Kembali Normal Lewat Rehabilitasi

Rabu, 29 Juli 2026

Kematian Sutrimo Masih Menyisakan Tanda Tanya, Warga Wlahar Kian Penasaran

Kematian Sutrimo Masih Menyisakan Tanda Tanya, Warga Wlahar Kian Penasaran

Selasa, 28 Juli 2026

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com