PURWOKERTO – Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mendorong aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banyumas untuk menunaikan zakat melalui sistem pemotongan langsung atau payroll system. Langkah ini dinilai lebih sistematis dan optimal dalam mengelola potensi zakat yang mencapai puluhan miliar rupiah.
“Zakat itu sifatnya suka rela. Urusan pribadi masing-masing dengan Tuhan. Saya tidak memaksakan. Tapi saya menghimbau kepada seluruh kepala perangkat daerah, para camat, para lurah, dan seluruh ASN untuk bersama-sama menunaikan zakat melalui mekanisme yang lebih sistematis, salah satunya melalui payroll system,” ujar Sadewo dalam acara Gerakan Cinta Zakat yang digelar Baznas Banyumas, Kamis (12/3/2025).
Menurut Sadewo, potensi zakat di Kabupaten Banyumas tergolong besar dan dapat menjadi kekuatan penting dalam pemberdayaan ekonomi umat. Jika dikelola dengan baik, dana zakat bisa dimanfaatkan untuk membantu pendidikan, kesehatan, serta berbagai program sosial lainnya.
“Jika zakat kita kelola dengan baik, transparan, dan penuh amanah, maka manfaatnya akan kembali kepada masyarakat kita sendiri. Ini bagian dari upaya besar membangun Banyumas yang lebih sejahtera dan berkeadilan,” tegasnya.
Ia berharap ke depan zakat dapat menjadi bagian dari budaya kepedulian, budaya berbagi, dan budaya gotong royong yang sudah menjadi jati diri masyarakat Banyumas.

Banyumas Tertinggi se-Jateng, Tembus Rp25 M
Ketua Baznas Kabupaten Banyumas, Khasanatul Mufidah, mengungkapkan bahwa capaian pengumpulan zakat di Banyumas saat ini menjadi yang tertinggi di Provinsi Jawa Tengah.
“Untuk tahun 2025, kita masih memegang rekor pengumpulan terbanyak dengan angka Rp25,25 miliar,” jelasnya.
Ia merinci, terdapat enam organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah mencapai angka 100 persen dalam pengumpulan zakatnya. Mereka adalah BKPSDM, Dinas Pendidikan, Dinperkim, Setda, BPBD, dan DPMPTSP.
Sementara untuk tingkat kecamatan, realisasi tertinggi dicapai oleh Kecamatan Tambak, Ajibarang, Kedungbanteng, dan Cilongok.
Ramadan: Rp1,1 Miliar untuk Santunan hingga Mudik Gratis
Memasuki bulan suci Ramadan, Baznas Banyumas meluncurkan program senilai Rp1,1 miliar yang menyasar berbagai kalangan. Program tersebut meliputi santunan marbot, santunan dhuafa, santunan anak yatim, serta program mudik gratis dan posko mudik.
“Di posko mudik nanti akan ada Z-Coffee dan Z-Auto. Semuanya gratis, mulai dari kopi hingga layanan perbengkelan. Rencananya akan didirikan di jalur Jatilawang,” pungkas Khasanatul.
Dana zakat yang terkumpul, lanjutnya, akan disalurkan kepada para mustahik dalam bentuk bantuan konsumtif dan produktif.
“InsyaAllah apa yang disalurkan oleh masyarakat Banyumas akan kami kelola dengan sebaik mungkin,” ucapnya.
Dengan berbagai program ini, Baznas Banyumas berharap dapat memperkuat solidaritas sosial dan mempercepat kesejahteraan masyarakat, terutama selama bulan penuh berkah. (Angga Saputra)









