BANYUMAS – Tradisi menulis di lingkungan Ma’had Aly Andalusia kini bukan sekadar kegiatan internal pesantren. Dalam setahun terakhir, tiga buku karya mahasantri berhasil menembus pasar nasional, diterima oleh tokoh-tokoh nasional, dan tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Ketiga buku tersebut adalah Basic Audio Pesantren karya Idris Zee, Meniti Jembatan Tafsir karya Mujiburrohman, serta buku antologi berjudul Andalusia: Dari Pesantren untuk Peradaban. Ketiganya merupakan hasil kerja Unit Kegiatan Mahasantri (UKM) Jurnalistik dan Literasi Ma’had Aly Andalusia selama periode 2025–2026.
Tak hanya diterbitkan, buku-buku ini didistribusikan secara masif melalui berbagai jalur, mulai dari jaringan komunitas, pameran literasi, hingga penyerahan langsung kepada para ulama dan akademisi.
Distribusi terbesar dilakukan melalui Komunitas Sound System Pondok Pesantren Nusantara (KSSP Nusantara) yang dipimpin langsung oleh Idris Zee. Lewat jaringan yang memiliki ratusan anggota dari berbagai provinsi ini, buku Basic Audio Pesantren berhasil tersalurkan ke praktisi audio pesantren di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Meniti Jembatan Tafsir karya Mujiburrohman mendapat sambutan hangat di berbagai forum literasi. Buku ini laris manis dengan lebih dari seratus eksemplar terjual melalui penjualan langsung, pemesanan daring, hingga stan pameran dalam Haflah Akhirussanah Ma’had Aly Andalusia dan Banyumas International Literacy Festival (BILFest) 2026.
Buku antologi karya anggota UKM juga tak kalah diminati, dengan lebih dari lima puluh eksemplar ludes di cetakan pertamanya.
Tak hanya dijual ke publik, buku-buku ini juga diserahkan ke berbagai lembaga pendidikan di lingkungan Yayasan At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia. Mulai dari Perpustakaan Ma’had Aly Andalusia, Pondok Putra dan Putri, hingga perpustakaan SMA, MA, dan SMP Islam Andalusia, serta kepada dosen pembina UKM.
Namun, pencapaian paling membanggakan adalah ketika buku-buku tersebut sampai ke tangan para tokoh nasional. Dalam rangkaian Haflah Akhirussanah ke-13, karya mahasantri diserahkan kepada KH. Muhammad Zhofaruddin (Guru Udin Samarinda), Ustadz Muhammad Nuruddin, KH. Muhammad Ismail Al-Ascholy, dan Gus Ajir Ubaidillah.
Tak berhenti di situ, Mujiburrohman juga menyerahkan langsung buku Meniti Jembatan Tafsir kepada Ustadz Abdul Somad saat kegiatan dakwah di Balikpapan. Momen ini menjadi bukti bahwa gagasan dari pesantren mampu diterima dan diapresiasi oleh ulama-ulama nasional.
Bagi UKM Jurnalistik dan Literasi, distribusi buku-buku ini bukan sekadar urusan penjualan. Lebih dari itu, ini adalah ikhtiar memperkenalkan tradisi intelektual pesantren ke ruang yang lebih luas.
Penanggung Jawab UKM Jurnalistik dan Literasi Ma’had Aly Andalusia, Wardah Aulia Unnisa, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas perjalanan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.
“Sejujurnya kami tidak pernah menyangka perjalanan ini akan bertumbuh sejauh ini. Berawal dari semangat sederhana untuk membiasakan mahasantri menulis, hari ini karya-karya itu justru telah sampai ke berbagai daerah, diterima oleh lembaga pendidikan, bahkan berada di tangan para ulama dan tokoh nasional,” ujarnya.
“Bagi kami, ini bukan sekadar tentang buku yang berhasil diterbitkan atau didistribusikan, tetapi menjadi bukti bahwa tradisi literasi pesantren mampu berbicara kepada masyarakat luas. Semoga langkah kecil ini menjadi awal lahirnya semakin banyak karya yang membawa nama Ma’had Aly Andalusia, sejalan dengan cita-cita besar kami: Andalusia untuk Dunia,” tambahnya.
Ke depan, UKM Jurnalistik dan Literasi berkomitmen untuk terus memperluas jaringan distribusi, menjalin kolaborasi dengan komunitas literasi, serta mendorong lahirnya buku-buku baru dari kalangan mahasantri.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat rekam jejak akademik Ma’had Aly Andalusia sekaligus mewujudkan semangat “Andalusia untuk Dunia”—menghadirkan karya pesantren yang tidak hanya lahir dari lingkungan pondok, tetapi juga menjangkau masyarakat luas, tokoh nasional, hingga berbagai pelosok Nusantara.
Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra








