INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

BPBD Banyumas : Vegetasi Slamet Masih Kuat Tahan Dampak Hujan Ekstrem

BPBD Banyumas : Vegetasi Slamet Masih Kuat Tahan Dampak Hujan Ekstrem

Dwi Irawan Sukma S.STP, MHum.

Jumat, 6 Februari 2026

BANYUMAS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas menyebut wilayah Banyumas masih berada dalam fase puncak curah hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga Februari 2026.

Kepala BPBD Banyumas, Dwi Irawan Sukma S.STP., M.Hum, mengatakan hasil kaji cepat yang dilakukan bersama lintas sektor, termasuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jawa Tengah, menunjukkan intensitas hujan ekstrem terjadi di kawasan puncak Gunung Slamet.

“Curah hujan yang sangat tinggi terjadi di puncak Gunung Slamet. Kondisi ini dimungkinkan membawa sisa material vulkanik erupsi 2024 yang masih berada di kawasan hutan, terbawa aliran air dengan energi yang sangat kuat,” ujar Irawan, Jumat (6/2/2026) usai acara Doa Bersama dan Tebar Benih Ikan oleh Paguyuban Masyarakat Pariwisata Baturaden (PMPB).

Meski demikian, Irawan menyebut kondisi vegetasi hutan di lereng selatan Gunung Slamet masih cukup kuat untuk menahan laju material. Hal ini menjadi faktor penting yang menekan potensi dampak lebih besar, terutama di wilayah Baturaden, Cilongok, dan Sumbang.

“Vegetasi kita masih sangat baik. Hutan masih mampu menahan, ini menjadi keuntungan bagi wilayah selatan Gunung Slamet yang menaungi Banyumas,” jelasnya.

Irawan mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, khususnya kelestarian vegetasi, sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana. Ia juga menegaskan status kewaspadaan masih diberlakukan, terutama untuk wilayah Banyumas bagian barat, utara, hingga selatan.

“Beberapa hari ke depan masih dimungkinkan menjadi puncak hujan dengan energi tinggi. Dari Kalakhar BPBD Provinsi Jawa Tengah juga sudah mengeluarkan imbauan kewaspadaan hingga Februari,” tambahnya.

Terkait kualitas air yang sempat dikeluhkan warga akibat keruh dan adanya kerusakan pipa, Irawan memastikan kondisi mulai membaik. Menurutnya, berkurangnya hujan lebat di kawasan puncak berdampak pada menurunnya campuran material vulkanik dalam aliran air.

“Alhamdulillah kualitas air mulai membaik. PDAM juga sudah melakukan perbaikan jaringan. Di beberapa titik yang terdampak, kami bersama PMI dan PDAM telah menyalurkan bantuan air bersih,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kondisi yang terjadi bukan banjir, melainkan dampak air keruh akibat campuran material vulkanik, humus, dan sedimen dari vegetasi hutan.

Sementara terkait sedimentasi sungai, BPBD akan melakukan penanganan secara bertahap. Di sejumlah lokasi, warga bahkan mulai memanfaatkan endapan pasir gunung berapi yang dinilai memiliki nilai ekonomi.

“Kita akan tangani sedimentasi secara bertahap. Namun dampak terbesar yang perlu perhatian khusus adalah ekosistem sungai, terutama ikan, yang ke depan perlu dilakukan rehabilitasi,” pungkas Irawan. (Angga Saputra)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Selanjutnya

UHN IGB Sugriwa Rayakan Tumpek Uye dengan Aksi Hijau

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

MUI Banyumas Belum Simpulkan Ajaran Menyimpang dalam Kasus ‘Sultan Nusantara’

MUI Banyumas Belum Simpulkan Ajaran Menyimpang dalam Kasus ‘Sultan Nusantara’

Jumat, 29 Mei 2026

Korban Dugaan Penipuan di Bank Mandiri Taspen Purwokerto Terus Muncul, Pengawasan OJK Kembali Disorot

Korban Dugaan Penipuan di Bank Mandiri Taspen Purwokerto Terus Muncul, Pengawasan OJK Kembali Disorot

Jumat, 29 Mei 2026

Polresta Banyumas Ungkap Alasan ‘Sultan Nusantara’ yang Ngaku Cucu Sultan Hamid II Belum Ditahan

Polresta Banyumas Ungkap Alasan ‘Sultan Nusantara’ yang Ngaku Cucu Sultan Hamid II Belum Ditahan

Jumat, 29 Mei 2026

Selanjutnya
UHN IGB Sugriwa Rayakan Tumpek Uye dengan Aksi Hijau

UHN IGB Sugriwa Rayakan Tumpek Uye dengan Aksi Hijau

Hukum Wajib Melindungi Debitur Beritikad Baik, Bukan Membenarkan Praktik Pemaksaan oleh Kreditor

Hukum Wajib Melindungi Debitur Beritikad Baik, Bukan Membenarkan Praktik Pemaksaan oleh Kreditor

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com