INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Bergaya Nyentrik, Ibu-ibu di Bobosan Purwokerto Fashion Show di Pematang Sawah Kenakan Kain Ecoprint

Senin, 22 November 2021

PURWOKERTO – Sejumlah ibu-ibu di RT 1 RW 2 Kelurahan Bobosan, Purwokerto Utara berlenggak-lenggok layaknya peragawati.

Namun tidak seperti peragawati pada umumnya, para ibu-ibu ini berjalan di sepanjang pematang sawah hijau nan asri.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Mereka rupanya mengenakan berbagai model pakaian yang terbuat dari kain ecoprint.

Koordinator pelatihan ecoprint, Suci Athien mengatakan show di sawah ini adalah cara menunjukan hasil karya mereka.

“Karena bahannya dari alam, jadi show di alam juga.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Kita berdayakan Ibu-ibu yang ada di rumah yang tidak ada kegiatan,” katanya kepada Tribunjateng.com, Minggu (21/11/2021).

Ibu-ibu di Kelurahan Bobosan ini merintis usaha ecoprint ini sejak April 2019.

Ada banyak produk yang dihasilkan mulai dari kaos ecoprint, selendang, kain mukena dan sebagainya.

“Kita harus tahu tekniknya agar mengeluarkan warna bagus.

Setiap kali latihan kurang lebih diikuti 10 orang atau 10 kain sehingga bisa 10 kain tiap pertemuan,” katanya.

Untuk kaus dijual dengan harga paling murah Rp 28 ribu dan menyesuaikan dengan kualitas bahan.

Untuk produk, mereka lebih mengutamakan pembuatan kain ecoprint untuk acara-acara nonformal.

“Kalau produk kaus lebih santai dan bisa dipakai kapan saja.

Tahapnya sama seperti pembuatan kain ecoprint, yaitu cuci bersih kain kemudian keringkan, besoknya tahap mordan.

Kalau ingin mengeluarkan warna oranye berarti kasih cuka, kemudian kita rendam lagi pakai kapur sirih sampai benar bersih.

Barulah memasang bunga setelah itu kukus kurang lebih satu jam, angkat kemudian buka kainnya,” terangnya.

Ia mengatakan sejak pandemi ini, aktivitas mereka terhenti.

Pada momen inilah mereka bangkit menyelenggarakan fashion show.

“Kami ada grup bela beli atau marketplace untuk pemasarannya,” terangnya. (*)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Pohon Albasia Timpa Rumah Warga Padureso Kebumen

Selanjutnya

Rugi Rp 12 Miliar, Begini Nasib Petani 4 Desa di Majenang Cilacap yang Sawahnya Diterjang Banjir

TERBARU

Rektor Bukan Cuma Urusan Internal Kampus, Masyarakat Punya Hak Suara

Rektor Bukan Cuma Urusan Internal Kampus, Masyarakat Punya Hak Suara

Selasa, 3 Februari 2026

Launching RDF dan Recycling Center, Bupati Banyumas Targetkan 10 Unit

Launching RDF dan Recycling Center, Bupati Banyumas Targetkan 10 Unit

Selasa, 3 Februari 2026

Ketua DPRD Banyumas Tekankan Komunikasi Eksekutif-Legislatif, Siap Dorong Dewan Lebih Aspiratif

Ketua DPRD Banyumas Tekankan Komunikasi Eksekutif-Legislatif, Siap Dorong Dewan Lebih Aspiratif

Selasa, 3 Februari 2026

POPULER BULAN INI

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Selasa, 3 Februari 2026

Polemik Puskesmas 2 Cilongok, Anang Kostrad Dorong Pembangunan Puskesmas 3

Polemik Puskesmas 2 Cilongok, Anang Kostrad Dorong Pembangunan Puskesmas 3

Selasa, 3 Februari 2026

MA Kabulkan Kasasi JPU Banyumas, Kades Suro dan Warga Divonis 8 Bulan Penjara

MA Kabulkan Kasasi JPU Banyumas, Kades Suro dan Warga Divonis 8 Bulan Penjara

Senin, 2 Februari 2026

Selanjutnya

Rugi Rp 12 Miliar, Begini Nasib Petani 4 Desa di Majenang Cilacap yang Sawahnya Diterjang Banjir

Delapan Kawasan Industri di Cilacap Siap Dikembangkan, Ini Datanya

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com