BANYUMAS – Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mendorong percepatan registrasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital sekaligus penguatan akurasi data penerima bantuan sosial. Tujuannya agar bantuan pemerintah benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan pengarahan, monitoring, dan evaluasi Perlinsos bersama Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf di Sasana Krida GOR Satria Purwokerto, Minggu (1/11/2026) malam. Acara dihadiri sekitar 3.500 undangan, terdiri dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), ketua RT/RW, agen Perlinsos, dan operator desa.
Data Seragam Jadi Kunci
Menteri Sosial RI yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan, kesamaan data antarlembaga menjadi kunci keberhasilan program perlindungan sosial. Melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), pemerintah berupaya menyatukan basis data sebagai acuan penentuan penerima manfaat.
“Pemutakhiran data dapat dilakukan melalui jalur formal mulai dari RT/RW hingga pemerintah daerah, maupun partisipasi masyarakat melalui aplikasi Cek Bansos,” ujarnya.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengusulkan warga yang dinilai layak menerima bantuan sekaligus menyanggah data penerima yang dianggap tidak tepat sasaran.
Kemensos juga mengembangkan Perlinsos Digital dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pengenalan wajah (face recognition) untuk memperkuat proses registrasi dan verifikasi penerima bantuan. Pendataan ulang dilakukan terhadap masyarakat yang sebelumnya pernah menerima bantuan sosial.
“Identitas penerima bantuan nantinya akan terekam melalui teknologi pengenalan wajah atau face recognition dan masuk dalam basis data Perlinsos Digital,” kata Gus Ipul.
Dalam dialog bersama peserta, Gus Ipul juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat, termasuk LSM di Banyumas, untuk memastikan data penerima bantuan sesuai kondisi sebenarnya.
Baru 32 Persen KK Terregistrasi
Bupati Sadewo menyampaikan, Banyumas menjadi satu dari 42 kabupaten/kota yang ditetapkan sebagai lokus perluasan piloting project digitalisasi bantuan sosial tahun 2026. Hingga kini, sebanyak 209.176 KK dari total 649.343 KK di Banyumas telah terregistrasi, atau mencapai 32,21 persen.
“Jumlah agen Perlinsos tercatat 7.933 orang, dengan 4.113 agen di antaranya telah aktif,” ungkapnya.
Sadewo menargetkan registrasi mencapai 50 persen hingga akhir Desember 2026. “Proses registrasi masih terus berjalan, dan hingga akhir Desember 2026, kita targetkan cakupannya dapat mencapai 50 persen dari seluruh KK di Banyumas,” ucapnya.
Ia mengapresiasi Kecamatan Lumbir, Purwojati, dan Sumbang yang menjadi wilayah dengan aktivitas registrasi tertinggi. Seluruh camat, ketua RT/RW, operator SIKS-NG, agen Perlinsos, dan SDM PKH diminta terus memperkuat pendampingan masyarakat.
“Digitalisasi perlindungan sosial bukan sekadar membuat aplikasi, tetapi membangun reformasi proses bisnis, integrasi data penerima, dan verifikasi digital. Tujuannya agar penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran, berorientasi pada manusia, dan berbasis data,” ungkap Sadewo.
Desil Kesejahteraan Masih Tak Sesuai
Sadewo juga menyoroti ketidaksesuaian pengelompokan desil kesejahteraan masyarakat yang berdampak pada pelaksanaan Universal Health Coverage (UHC) di Banyumas. Dalam evaluasi UHC tahun 2026, ditemukan masyarakat yang secara ekonomi mampu dan sebelumnya menjadi peserta BPJS Kesehatan mandiri, tetapi tidak lagi bersedia membayar iuran secara mandiri. Sebaliknya, ada masyarakat yang seharusnya masuk desil 1 hingga 4, tetapi tercatat pada desil 6, 7, bahkan 8.
“Kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan yang perlu segera dibenahi agar penyaluran bantuan dan program perlindungan sosial benar-benar sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat,” ucapnya.
Penjelasan Istilah:
· Perlinsos Digital: Sistem pendataan dan verifikasi penerima bantuan sosial berbasis digital.
· DTSEN: Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional, basis data tunggal acuan penerima bantuan.
· Desil: Pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat, dari desil 1 (paling miskin) hingga desil 10 (paling mampu).
· UHC: Universal Health Coverage, jaminan kesehatan semesta agar semua warga terlayani.
Pewarta: Yoga Cokro
Editor : Angga Saputra






