BANYUMAS – Jembatan permanen yang menghubungkan Desa Sidabowa dan Desa Karanganyar, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, kini resmi dapat dimanfaatkan masyarakat. Jembatan yang dikenal warga dengan nama Jembatan Sidaanyar itu diharapkan menjadi akses vital yang memperlancar mobilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah barat Banyumas.
Selain menghubungkan dua desa, keberadaan jembatan bercat merah putih tersebut juga memberikan manfaat bagi masyarakat di sejumlah kecamatan lain, seperti Cilongok, Jatilawang, Karanglewas, hingga wilayah sekitarnya.
Saat meninjau Jembatan Sidaanyar, Jumat (10/7/2026), Anggota DPR RI Fraksi PKS Daerah Pemilihan Banyumas-Cilacap, H. Yanuar Arif Wibowo, SH, M.IPol, mengaku bersyukur karena perjuangan pembangunan jembatan tersebut akhirnya terwujud.
Menurutnya, hadirnya Jembatan Sidaanyar menjadi bukti nyata bahwa wakil rakyat harus mampu memperjuangkan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menyandang jabatan.
“Yang diuntungkan bukan saya maupun Bupati, tetapi masyarakat. Inilah pentingnya kolaborasi antara wakil rakyat, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah,” ujar Yanuar.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, serta Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono atas dukungan dalam merealisasikan pembangunan jembatan tersebut.
Yanuar menjelaskan pembangunan fisik Jembatan Sidaanyar didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sedangkan pembebasan lahan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banyumas.
Ia mengungkapkan perjuangan pembangunan jembatan bermula saat dirinya mengunjungi lokasi pada 23 Desember 2024 setelah melihat unggahan media sosial yang memperlihatkan kondisi jembatan gantung lama yang dinilai membahayakan warga.
Saat itu, kata dia, sekitar 2.500 hingga 3.000 orang melintasi jembatan setiap hari. Karena hanya bisa dilalui sepeda motor secara bergantian, antrean panjang kerap terjadi sehingga keberadaan jembatan permanen menjadi kebutuhan mendesak.
“Ketika saya datang, saya melihat langsung betapa pentingnya akses ini. Alhamdulillah, perjuangan bersama akhirnya membuahkan hasil dan hari ini masyarakat bisa menikmati jembatan yang jauh lebih aman dan nyaman,” katanya.

Yanuar menilai keberadaan Jembatan Sidaanyar akan memberikan dampak ekonomi yang luas. Selain mempermudah distribusi hasil pertanian, akses menuju sekolah dan tempat kerja juga menjadi lebih cepat serta membuka peluang berkembangnya usaha masyarakat.
Ia menyebut nilai ekonomi kawasan sekitar diperkirakan meningkat seiring membaiknya akses transportasi. Destinasi wisata, pelaku UMKM, hingga pedagang kecil juga diprediksi memperoleh manfaat dari meningkatnya arus masyarakat yang melintasi kawasan tersebut.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berpusat di perkotaan, tetapi juga harus menjangkau desa-desa sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Jalan dan jembatan bukan sekadar tempat kendaraan melintas, tetapi menjadi penghubung berbagai aktivitas kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, pertanian, perdagangan, hingga pertumbuhan ekonomi desa,” pungkasnya.
Penulis : Angga Saputra






