PURWOKERTO – UPT Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menggelar seminar bertajuk “Pesantren Kampus: Merawat Tradisi Intelektual di Era Perubahan” di Hall Perpustakaan UIN Saizu, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 ini menghadirkan Dr. Ali Ramdhani dari Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo dan Dr. Muhsin Riyadi dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk membahas penguatan tradisi keilmuan pesantren di lingkungan perguruan tinggi.
Seminar tersebut diikuti perwakilan pondok pesantren mitra dan mahasiswa. Dari UIN Saizu, kegiatan ini dihadiri Rektor Prof. Ridwan, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Prof. Sunhaji, Mudir Ma’had Al-Jami’ah Dr. Nasrudin, beserta tim kerja Ma’had UIN Saizu.
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi mengenai peran pesantren kampus dalam menjaga tradisi intelektual Islam sekaligus merespons dinamika perubahan zaman.
Perkaya Pengelolaan Ma’had
Mudir Ma’had Al-Jami’ah UIN Saizu, Dr. Nasrudin, menyampaikan bahwa seminar ini menjadi kesempatan untuk memperkaya pengelolaan Ma’had melalui diseminasi hasil penelitian dan pertukaran pengalaman antarpengelola pesantren kampus.
“Kami berharap kajian ini dapat menginspirasi serta meneguhkan kembali tradisi pesantren di lingkungan UIN Saizu agar makin kokoh dan berkesinambungan,” ujar Nasrudin.
Ia juga menyambut kehadiran para narasumber yang memiliki pengalaman dan kajian terkait pengelolaan Ma’had. Menurutnya, pertukaran pengetahuan tersebut dapat menjadi bahan pembanding sekaligus inspirasi bagi pengembangan pesantren kampus.
“Melalui seminar ini, kita berkomitmen merawat semangat kepesantrenan dan memperkuat kolaborasi antara pesantren dan kampus. Integrasi antara transmisi ilmu berbasis otoritas ulama dan tradisi keilmuan modern di perguruan tinggi diharapkan mampu mencetak sarjana berwawasan intelektual yang tetap mengakar pada tradisi santri,” tambahnya.
Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, membuka seminar secara resmi. Kegiatan ini menegaskan pentingnya keberadaan Ma’had Al-Jami’ah dalam mendukung pembinaan keagamaan dan pengembangan intelektual mahasiswa.
Pesantren kampus diharapkan mampu mempertemukan penguasaan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai kepesantrenan sebagai landasan pembentukan karakter.
Dalam salah satu paparan, Dr. Muhsin Riyadi membahas pengelolaan Ma’had Al-Jami’ah yang mencakup aspek nilai keagamaan, pertimbangan kultural, tata kelola kelembagaan, serta pengembangan program pembinaan mahasantri.
Program yang dijalankan meliputi kajian kitab kuning, Program Pendidikan Tahfiz Al-Qur’an (PPTQ), praktikum ibadah, pembelajaran bahasa, dan program khusus atau takhassus. Pengelolaan tersebut juga membutuhkan perencanaan anggaran, evaluasi berkelanjutan, serta pembagian tugas yang jelas antara pimpinan, pengelola, pembina, dan pendamping mahasantri.
Nilai Strategis dan Tantangan
Muhsin menjelaskan bahwa Ma’had Al-Jami’ah memiliki nilai strategis bagi perguruan tinggi, antara lain dalam menyiapkan sumber daya manusia dengan kompetensi keagamaan, seperti qari, muazin, imam, dan pengajar.
Namun, pengelolaannya juga menghadapi tantangan berupa keterbatasan sarana dan prasarana, alokasi anggaran, penyesuaian kurikulum, serta persoalan adaptasi mahasiswa dan kedisiplinan dalam pembinaan.
Aspek keamanan, pencegahan perundungan, dan penguatan rasa memiliki di kalangan pengelola turut menjadi perhatian dalam membangun lingkungan pesantren kampus yang kondusif.
Melalui seminar Hari Santri Nasional 2026 ini, UIN Saizu berupaya memperkuat peran Ma’had Al-Jami’ah sebagai ruang pembinaan keagamaan dan intelektual mahasiswa. Kolaborasi antara pesantren dan perguruan tinggi diharapkan dapat melahirkan lulusan yang berwawasan luas, berkarakter, serta tetap berakar pada tradisi keilmuan Islam.
Pewarta : Alri Johan
Editor : Angga Saputra







