BANYUMAS — Anggota Komisi III DPRD Banyumas dari Fraksi PDI Perjuangan, Wawan Yuwanda SP, mendorong Pemerintah Kabupaten Banyumas lebih kreatif dalam menata dan memanfaatkan aset daerah secara maksimal.
“Kita menginginkan Pemkab Banyumas itu lebih kreatif, aset itu tertata, bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin,” kata Wawan dalam acara Sosialisasi Kajian Perencanaan Pemanfaatan Aset Daerah di Aula Pangripta, Bapperida Kabupaten Banyumas, Selasa (20/10/2026).
Wawan menegaskan pemanfaatan aset tidak selalu harus berorientasi pada pendapatan asli daerah (PAD) dalam bentuk nominal. Menurutnya, aset daerah juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, seperti pendidikan dan riset mahasiswa.
“Kita sedang tidak bicara semuanya harus jadi duit ya, tidak dalam bentuk nominal PAD. Tetapi misalnya ini bisa untuk kepentingan masyarakat, untuk pendidikan, untuk riset mahasiswa. Kalau yang bisa jadi uang menjadi PAD dikerjasamakan, silakan,” ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan itu juga mengingatkan pentingnya pertimbangan akademis dalam setiap kebijakan agar tidak meninggalkan persoalan di kemudian hari.
“Kita mengingatkan saja bahwa banyak hal di masa lalu kita membuat kebijakan itu pertimbangan-pertimbangan akademisnya tidak terlalu kuat sehingga menyisakan persoalan di kemudian hari. Yang kita inginkan ke depan kita tidak meninggalkan persoalan yang sama seperti yang kita hadapi hari ini,” jelasnya.
Terkait penyelesaian Kebon Dalem Purwokerto, Wawan mendukung langkah Bupati Banyumas dan terus mendorong agar aset tersebut dapat memberikan pendapatan bagi Kabupaten Banyumas maupun pengembangan kawasan, termasuk revitalisasi Pasar Sarimulyo.
Ia menekankan peningkatan PAD tidak selalu harus bersumber dari retribusi dan pajak. Menurutnya, banyak langkah kreatif yang bisa dilakukan melalui pemanfaatan aset idle atau yang belum digunakan secara maksimal.
“Kalau kita di kabupaten dengan size yang besar, akademisinya kuat, birokrasinya juga kuat, meningkatkan pendapatan asli daerah itu tidak selalu harus dari retribusi dan pajak. Tetapi banyak hal kreatif yang bisa kita lakukan dengan pemanfaatan aset, misalnya yang masih idle, belum terpakai, belum digunakan dengan maksimal, bisa kita gunakan sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan pendapatan asli daerah,” paparnya.
Wawan menjelaskan kajian ini melibatkan akademisi agar basisnya saintifik. Menurutnya, hasil kajian akan dipaparkan secara rinci, termasuk perhitungan potensi aset jika terkelola dengan baik.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Banyumas, Dedy Noerhasan ST, MSi, mengakui potensi aset daerah cukup banyak dan besar, namun pemanfaatannya belum maksimal.
“Dari kajian ini diharapkan bisa membuka wacana baru bahwa masih ada hal yang bisa dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pendapatan daerah. Jadi ini nanti ada pendataan dan sebagainya, akhirnya akan terukur sebenarnya seberapa besar potensi yang ada,” kata Deddy.
Deddy menambahkan pemanfaatan aset tidak hanya mengejar retribusi, tetapi juga memuat aset agar memiliki nilai lebih tinggi dan memutar perekonomian.
“Ini tahapan awal. Pemanfaatannya masih perlu komunikasi, koordinasi antara OPD dan tentunya masyarakat yang akan berinvestasi. Karena bagaimana juga pertumbuhan ekonomi di Banyumas sebagian besar karena investasi,” terangnya.
Ia memaparkan belanja pemerintah hanya sekitar 6-7 persen, sementara investasi masyarakat mencapai 30-37 persen. Menurutnya, investasi dapat masuk kepada aset-aset yang dimiliki pemerintah daerah.
Dedy menyebut pihaknya pernah menghitung potensi aset idle, meski ia mengaku lupa angka pastinya. Jika aset tersebut disewakan per meter, nilainya cukup signifikan.
“Misalnya pemanfaatan lahan-lahan karena pengadaan tanah jalan, ternyata ada tanah yang tidak dimanfaatkan. Itu bisa untuk reklame, tinggal kreativitas kita memanfaatkan itu. Jadi data-data itu sebenarnya ada,” ujarnya.
Menurut Deddy, potensi PAD dari optimalisasi aset cukup besar, namun perlu dilakukan secara bertahap. Ia menilai potensi tersebut cukup menjanjikan sehingga menarik minat pengusaha.
Acara sosialisasi tersebut diselenggarakan Bapperida Kabupaten Banyumas dalam rangka pelaksanaan penelitian Kajian Perencanaan Pemanfaatan Aset Daerah Kabupaten Banyumas yang telah memasuki tahap sosialisasi hasil kajian.
Angga Saputra







