BANYUMAS — Pagi itu, warga Desa Cipete tak lagi hanya menunggu hujan yang tak kunjung datang. Mereka menunggu sesuatu yang lebih nyata: air bersih. Dan pagi itu, penantian mereka terjawab.
Dua mobil tangki berisi total 10.000 liter air bersih tiba di wilayah mereka, Selasa (29/9/2026). Begitu air mulai disalurkan, warga langsung bersiap dengan ember, jeriken, dan wadah apa pun yang bisa menampung. Bagi mereka, air itu bukan sekadar bantuan — melainkan kesempatan untuk kembali memasak, mencuci, membersihkan rumah, dan menjalani hari tanpa harus berjalan jauh mencari air.
Bantuan tersebut didistribusikan kepada warga di RT 01, RT 03, dan RT 04 RW 01, serta RT 06 RW 04 Desa Cipete. Sebanyak 162 kepala keluarga atau sekitar 648 jiwa menerima manfaat dari bantuan ini.
Air bersih itu merupakan hasil kolaborasi Kodim 0701/Banyumas bersama BPBD Kabupaten Banyumas dan Perumdam Tirta Satria — sebuah sinergi yang lahir dari kepedulian terhadap warga yang terdampak kemarau panjang.
Kepala Desa Cipete, Taufikqurokhman, S.H., bersama perangkat desa turut mendampingi kegiatan tersebut. Hadir pula unsur TNI, Polri, tokoh masyarakat, dan warga penerima bantuan.
“Kehadiran bantuan air ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ketika kemarau datang dan sumber-sumber air mulai menyusut, kebutuhan paling sederhana justru bisa menjadi persoalan besar bagi masyarakat,” ujar Taufikqurokhman.
Baginya, bantuan ini bukan hanya soal jumlah liter yang disalurkan, tetapi tentang kehadiran negara dan kepedulian bersama di saat warga paling membutuhkan.
Bagi warga, 10.000 liter mungkin hanya angka di atas kertas. Tetapi bagi mereka yang sedang kesulitan mendapatkan air, angka itu berarti jauh lebih besar: ada kesempatan untuk kembali memasak, mencuci, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus terlalu jauh mencari air.
Air datang, keresahan sedikit teratasi. Setidaknya untuk sementara, warga bisa bernapas lebih lega di tengah kemarau yang belum juga beranjak.
Kegiatan berlangsung aman dan lancar. Bantuan air bersih tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Kisah warga Cipete adalah pengingat sederhana: di balik angka statistik kekeringan, ada wajah-wajah yang menunggu uluran tangan. Kolaborasi lintas instansi seperti ini menunjukkan bahwa kepedulian bukan sekadar program, melainkan aksi nyata yang menyentuh kehidupan sehari-hari. Ketika air datang, harapan pun kembali mengalir.
Pewarta: Yoga Cokro
Editor : Angga Saputra








