BANYUMAS – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, muncul dalam apel pagi ASN di lingkungan Setda Banyumas, Senin (14/9/2026). Kehadirannya mengejutkan peserta apel di tengah santernya informasi pemeriksaan dan penggeledahan KPK di kantornya.
Agus Nur Hadie tiba sekitar pukul 07.30 WIB, terlambat 15 menit dari jadwal apel yang dimulai pukul 07.15 WIB. Ia masuk tepat saat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banyumas selaku pembina apel tengah menyampaikan amanat.
Kehadiran orang nomor satu di birokrasi Banyumas itu langsung menyita perhatian. Sejumlah ASN tampak saling pandang dan menunjukkan gestur keheranan.
Usai apel, Agus Nur Hadie membenarkan bahwa petugas KPK mendatangi kantornya. Ruang Sekda menjadi salah satu lokasi yang digeledah.
“Nggih, betul hari Kamis siang sekitar jam dua, ruangan kami didatangi petugas KPK,” katanya.
Menurut Agus Nur, kedatangan petugas KPK berkaitan dengan pengembangan kasus Unsoed yang tengah ditangani. Ia menduga pengembangan itu dilakukan karena adanya dugaan kerja sama antara Unsoed dan Pemkab Banyumas.
“Kehadiran beliau-beliau terkait dengan dugaan kerja sama Unsoed dengan Pemerintah Daerah,” ujarnya.
Dalam penggeledahan yang berlangsung sekitar dua jam itu, petugas KPK menyita sejumlah dokumen. Namun, Agus Nur mengaku tidak mengetahui secara pasti dokumen apa saja yang diambil.
“Sekitar dua jam, dari kehadiran mereka, mengambil dokumen, tapi saya sendiri tidak tahu itu dokumen apa. Ada juga HP yang disita,” kata Agus Nur, yang juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyumas.
Tim Redaksi






