GOMBONG – Stasiun Gombong di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, tidak hanya sibuk melayani penumpang kereta api. Kini, stasiun yang berdiri sejak 1887 itu menjelma menjadi gerbang utama bagi wisatawan yang hendak menjelajahi pesona alam dan sejarah di wilayah barat Kebumen.
Berdiri di Kelurahan Wonokriyo, Kecamatan Gombong, stasiun yang berada di ketinggian 18 meter di atas permukaan laut ini mencatatkan pertumbuhan volume penumpang yang signifikan dalam tiga tahun terakhir.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengungkapkan bahwa rata-rata penumpang yang berangkat dan tiba di Stasiun Gombong terus melonjak. Pada 2023, tercatat 33.646 orang per bulan. Angka tersebut meningkat menjadi 37.936 orang pada 2024, lalu 41.338 orang pada 2025.
“Bahkan hingga Agustus 2026, rata-rata volume penumpang mencapai 44.861 orang per bulan. Itu artinya ada pertumbuhan sekitar 33 persen dibandingkan tahun 2023,” ujar As’ad dalam keterangan resminya, Selasa (1/9/2026).
Menurut As’ad, lonjakan ini membuktikan bahwa kereta api semakin menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat Gombong dan sekitarnya.
“Stasiun Gombong bukan sekadar tempat naik-turun kereta, tapi bagian penting dari konektivitas, termasuk mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pariwisata di Kebumen,” tambahnya.
Fasilitas Lengkap dan 56 Perjalanan Harian
Saat ini, Stasiun Gombong melayani sekitar 56 perjalanan kereta api penumpang setiap hari, mencakup kelas eksekutif hingga ekonomi. Rute yang tersedia pun sangat beragam, mulai dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Banyuwangi.
Untuk kenyamanan pelanggan, stasiun ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, seperti ruang tunggu nyaman, toilet bersih, musala, loket tiket, hingga fasilitas ramah disabilitas. Tak hanya penumpang, stasiun ini juga aktif melayani bongkar-muat logistik pupuk, yang turut menunjang roda perekonomian lokal.
Destinasi Wisata dalam Genggaman
Keberadaan Stasiun Gombong menjadi berkah tersendiri bagi sektor pariwisata Kebumen. Dari stasiun, wisatawan hanya perlu berjalan beberapa menit untuk tiba di Benteng Van der Wijck, saksi bisu peninggalan kolonial Belanda yang instagramable.
Jika ingin menikmati deburan ombak, Pantai Menganti yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Gombong juga mudah dijangkau. Selain itu, ada Goa Jatijajar yang eksotis, ketenangan Waduk Sempor, hingga nuansa sejarah di Roemah Martha Tilaar yang sayang untuk dilewatkan.
“Kami ingin stasiun ini terus tumbuh mengikuti kebutuhan masyarakat. KAI berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan agar perjalanan semakin selamat, nyaman, dan andal,” tutup As’ad.
Dengan akses kereta api yang praktis, wisatawan kini tak perlu repot membawa kendaraan pribadi. Cukup turun di Stasiun Gombong, petualangan wisata sejarah dan alam Kebumen pun siap dimulai.
Pewarta: Alri Johan
Editor : Angga Saputra








