PURWOKERTO – Dosen Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Dr. Warto, resmi dilantik sebagai pengurus pusat Asosiasi Penerbit Jurnal Ilmu Komunikasi Indonesia (APJIKI) untuk masa bakti 2026–2029.
Pelantikan berlangsung di Kampus J6 Universitas Gunadarma, Bekasi, pada Sabtu (29/8/2026), bersamaan dengan Seminar Nasional bertajuk “AI for Research: Kecerdasan Buatan di Bidang Komunikasi, Informasi dan Digital.” Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Program Studi S3 Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma dan APJIKI.
Perkuat Jejaring dan Kualitas Jurnal di Tengah Disrupsi AI
Dr. Warto menyebut amanat ini menjadi bagian dari strategi UIN Saizu Purwokerto untuk memperluas jejaring akademik sekaligus mendorong peningkatan kualitas pengelolaan jurnal ilmiah, terutama di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).
“Perkembangan AI tidak lagi sekadar alat praktis, tapi telah masuk ke berbagai tahapan riset dan publikasi ilmiah. Ini tantangan sekaligus peluang bagi pengelola jurnal,” ujarnya.
Responsible AI: Manusia Tetap Bertanggung Jawab
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menekankan pentingnya penerapan prinsip Responsible AI dalam dunia penelitian.
“Responsible AI bukan berarti melarang AI, tetapi memastikan bahwa semakin besar kontribusi mesin, semakin jelas pula siapa manusia yang memverifikasi dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Ia juga memaparkan data Government AI Readiness Index 2025 yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-46 dari 195 negara. Hal ini menunjukkan kesiapan ekosistem AI menjadi faktor krusial dalam transformasi pendidikan tinggi dan riset.
AI dalam Riset: Peluang dan Tantangan
Dalam riset komunikasi digital, AI kini dimanfaatkan untuk pencarian literatur, sintesis informasi, pemodelan, hingga penyusunan naskah akademik. Namun, kemudahan ini menghadirkan tantangan baru bagi jurnal ilmiah, terutama dalam menjaga akurasi, orisinalitas, transparansi, dan integritas akademik.
“AI mempercepat lahirnya pengetahuan, tetapi manusia tetap memegang peran utama untuk memastikan setiap hasil riset benar, dapat dipercaya, dan berdampak nyata,” tambah Fauzan.
Pentingnya AI Policy dan Tata Kelola Jurnal
Associate Professor University of Malaya, Dr. Tutut Herawan, menyoroti perlunya setiap jurnal ilmiah memiliki kebijakan penggunaan AI atau AI Policy yang jelas, terutama bagi jurnal terakreditasi yang berorientasi internasional.
Senada, Dr. Uwes Fatoni menegaskan bahwa AI hanya alat bantu.
“AI bisa membantu menulis, tetapi tanggung jawab akademik tetap di tangan manusia. Penulis wajib memahami substansi dan memverifikasi setiap informasi,” ujarnya.
Ketua APJIKI, Prof. Rajab Ritonga, mengungkapkan bahwa perkembangan AI menuntut pengelola jurnal untuk meningkatkan kapasitas dalam memfilter penggunaan teknologi tersebut.
“Jangan hanya menjadikan AI sebagai alat menulis lebih cepat, tetapi bagaimana AI dapat memperkaya pengetahuan dan mendukung proses riset dengan tetap menjaga integritas ilmiah,” katanya.
Kolaborasi Strategis dan Harapan ke Depan
Kehadiran Dr. Warto dalam kepengurusan pusat APJIKI diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antarpengelola jurnal dan akademisi, termasuk dalam penyusunan kebijakan AI, peningkatan tata kelola, serta penguatan integritas publikasi ilmiah.
Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. Edy Prihantoro, menilai seminar ini menjadi ruang strategis mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, dan pengelola jurnal dalam menyikapi perubahan ekosistem riset akibat AI.
Sementara itu, Direktur Program Pascasarjana Universitas Gunadarma, Prof. Achmad Benny Mutiara, menyambut baik pelantikan ini dan berharap kolaborasi riset serta pengembangan dataset di bidang komunikasi dan digital dapat terus berlanjut.
UIN Saizu Semakin Mendunia
Bagi UIN Saizu Purwokerto, keterlibatan Dr. Warto di APJIKI pusat membuka peluang lebih luas bagi penguatan jejaring akademik, kolaborasi riset, dan peningkatan publikasi ilmiah di tingkat nasional.
“Semoga kepercayaan ini membawa manfaat tidak hanya bagi UIN Saizu, tetapi juga bagi dunia keilmuan komunikasi di Indonesia,” pungkas Dr. Warto.
Pewarta : Alri Johan
Editor : Angga Saputra






