BANYUMAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas tak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi kini juga ikut ambil bagian dalam program ketahanan pangan nasional. Rabu (5/8/2026), Rutan setempat menebar 500 bibit ikan lele di Area Bimbingan Kemandirian sebagai bentuk dukungan nyata terhadap Program Asta Cita Presiden dan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kegiatan yang berlangsung di halaman belakang rutan ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Banyumas, Anggi Febiakto, didampingi Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Sigit Purwanto. Tak hanya sekadar seremonial, penebaran bibit lele ini menandai dimulainya siklus pembinaan kemandirian di bidang perikanan yang dikelola langsung oleh warga binaan.
Tiga warga binaan dengan inisial H (30), T (35), dan T (50) turut dilibatkan dalam prosesi ini. Mereka merupakan peserta program asimilasi dan bimbingan kerja yang mendapat kepercayaan untuk merawat serta mengelola kolam budidaya secara rutin.
Karutan Banyumas, Anggi Febiakto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis membekali keterampilan nyata bagi warga binaan.
“Kami tidak ingin warga binaan hanya menjalani masa pidana. Lewat budidaya lele ini, mereka belajar teknis perikanan, disiplin, dan tanggung jawab. Ini bekal berharga agar saat kembali ke masyarakat, mereka sudah punya kemampuan mandiri,” ujar Anggi di sela-sela peninjauan area ketahanan pangan Rutan.
Selain menebar bibit, Karutan dan jajaran juga memastikan seluruh fasilitas pendukung seperti kualitas air, pakan, dan sistem sirkulasi kolam dalam kondisi prima. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program pembinaan berjalan optimal dan hasil panen nanti bisa bernilai ekonomis.
Antusiasme terlihat dari para warga binaan yang terlibat. Salah satunya, H, mengaku bersyukur mendapat kesempatan belajar langsung di bidang perikanan.
“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada Pak Karutan dan petugas yang terus membimbing. Kegiatan ini mengajarkan kami kedisiplinan dan teknik beternak yang benar. Insyaallah, ini jadi modal buat kami buka usaha sendiri nanti,” ungkap H dengan penuh semangat.
Rutan Banyumas berharap program perikanan ini tak hanya menghasilkan manfaat materiil, tetapi juga membentuk pribadi warga binaan yang lebih percaya diri, mandiri, dan siap berintegrasi positif dengan masyarakat pasca masa pidana.
Dengan langkah ini, Rutan Banyumas membuktikan bahwa pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan bisa berjalan beriringan—memberi dampak ganda: bagi warga binaan dan bagi ketahanan pangan bangsa.
Penulis: Alri Johan
Editor : Angga Saputra







