NASIONAL- Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) semakin serius mematangkan perannya sebagai tuan rumah Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) EXPO XVII Tahun 2026. Komitmen ini ditegaskan melalui audiensi dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan, di Jakarta, Rabu (29/7).
Delegasi UNSOED yang hadir dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Ir. Norman Arie Prayogo, S.Pi., M.Si., IPU., ASEAN Eng., didampingi Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan, Dr. Ratna Stia Dewi, S.Si., M.Sc., serta Ketua UNSOED Career Portal, Niken Istikhari Muslihah, S.Pd., M.Sc.
Dalam pertemuan tersebut, UNSOED melontarkan gagasan strategis yang menjadi sorotan: menghubungkan para finalis KMI EXPO secara langsung dengan salah satu marketplace nasional. Konsep ini diharapkan menjadi terobosan yang mengubah wajah KMI EXPO dari sekadar ajang kompetisi dan pameran menjadi ekosistem bisnis digital yang berkelanjutan.
Bukan Sekadar Pameran, Tapi Pasar Nyata
Selama ini, KMI EXPO dikenal sebagai wadah mahasiswa memamerkan produk inovatif hasil karya mereka. Namun, UNSOED ingin melangkah lebih jauh. Dengan integrasi ke platform marketplace, produk-produk terbaik tidak hanya dipajang selama acara berlangsung, tetapi juga dapat dipasarkan secara terus-menerus setelah expo usai.
Prof. Norman menegaskan bahwa KMI EXPO harus menjadi momentum lahirnya pengusaha muda Indonesia yang kompetitif di era digital.
“Kami ingin KMI EXPO tidak berhenti sebagai ajang kompetisi dan pameran produk semata. Mahasiswa harus mendapatkan akses menuju pasar yang sesungguhnya. Melalui kolaborasi dengan marketplace, produk-produk terbaik karya mahasiswa diharapkan dapat terus dipasarkan secara luas sehingga mampu tumbuh menjadi bisnis yang berkelanjutan,” ujar Prof. Norman.

Akses Pasar, Jejaring, dan Pendampingan Berkelanjutan
Dr. Ratna Stia Dewi menambahkan bahwa penguatan ekosistem kewirausahaan menjadi kunci agar program ini memberi dampak nyata terhadap peningkatan jumlah wirausaha muda nasional. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri adalah langkah strategis menciptakan lulusan yang adaptif, inovatif, dan mampu membuka lapangan kerja.
“Mahasiswa membutuhkan lebih dari sekadar pelatihan dan kompetisi. Mereka memerlukan akses terhadap pasar, jejaring bisnis, dan pendampingan yang berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk memasuki dunia usaha secara nyata,” jelas Dr. Ratna.
Disambut Positif Wamendikti Saintek
Gagasan inovatif ini mendapat respons hangat dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan. Ia menilai konsep kolaborasi dengan marketplace sebagai langkah maju yang dapat memperkuat dampak KMI EXPO terhadap pengembangan kewirausahaan mahasiswa secara nasional.
Model ini diharapkan menjadi contoh bagi pengembangan ekosistem kewirausahaan perguruan tinggi lain di Indonesia, dengan orientasi pada keberlanjutan usaha, transformasi digital, dan peningkatan daya saing produk mahasiswa Tanah Air.
Target: Lahirkan Wirausaha Muda Penguasa Pasar Digital
Sebagai tuan rumah, UNSOED berkomitmen menghadirkan KMI EXPO XVII 2026 yang tidak hanya sukses dari sisi pelaksanaan, tetapi juga melahirkan inovasi bermanfaat jangka panjang bagi mahasiswa, perguruan tinggi, dunia usaha, dan pembangunan ekonomi nasional.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, KMI EXPO XVII 2026 diharapkan menjadi titik awal lahirnya generasi wirausaha muda Indonesia yang mampu menguasai pasar digital dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi bangsa.
Penulis : Angga Saputra








