INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

PDIP Bangun Monumen Kudatuli, Hasto: Pengingat agar Kekerasan Atas Nama Negara Tak Terulang

PDIP Bangun Monumen Kudatuli, Hasto: Pengingat agar Kekerasan Atas Nama Negara Tak Terulang

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersama peserta Public Lecture Jalan Buntu Reformasi: Peringatan 30 Tahun Kudatuli di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Alvin/Gesuri.id)

Minggu, 19 Juli 2026

POLITIK – PDI Perjuangan (PDIP) akan meresmikan Monumen Kudatuli pada 27 Juli 2026, bertepatan dengan puncak peringatan 30 tahun Tragedi Kudatuli. Monumen ini dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang demokrasi sekaligus pengingat sejarah agar praktik kekerasan yang dilakukan atas nama negara tidak pernah terjadi lagi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, usai menghadiri acara Public Lecture bertajuk “Jalan Buntu Reformasi” di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, pada Sabtu (18/7/2026) dikutip dari Gesuri.

“Karena itulah PDI Perjuangan akan mengadakan peresmian Monumen Kudatuli untuk mengingatkan bahwa kekerasan atas nama negara itu tidak bisa dibiarkan dan tidak boleh terjadi lagi,” tegas Hasto.

Menurut Hasto, peringatan tiga dekade Kudatuli bukan sekadar nostalgia sejarah. Ia menilai momen ini menjadi ajang penguatan komitmen bersama dalam menjaga demokrasi dan kedaulatan rakyat. Pengalaman kelam pada 1996, kata dia, mengajarkan bahwa kekuasaan otoriter hanya bisa dilawan dengan menjamin kebebasan berserikat, berkumpul, serta menyampaikan pendapat.

“Jadi kita melihat bahwa watak kekuasaan yang otoriter harus dihadapi bersama-sama dengan menumbuhkan prinsip-prinsip kedaulatan rakyat,” ujarnya.

Hasto juga menyebut peringatan ini menjadi ruang bagi seluruh elemen bangsa, termasuk partainya sendiri, untuk melakukan otokritik. Ia menyoroti kecenderungan kekuasaan yang anti-kritik dan bertindak sewenang-wenang.

“30 tahun Kudatuli menyadarkan bahwa kekuasaan yang otoriter itu ketika dibiarkan, maka yang ada adalah suatu kekacauan dan kegelapan terhadap masa depan. Hari ini kami hadirkan Profesor Vedi Hadiz supaya otokritik itu dilakukan, termasuk kepada partai politik, termasuk PDI Perjuangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hasto mengingatkan bahwa demokrasi yang sehat hanya akan tumbuh jika kebebasan pers, kontrol masyarakat sipil, dan ruang bagi suara-suara kritis terus dijaga. Tanpa itu, ia khawatir praktik kekuasaan yang oligarkis akan kembali mengancam.

Rencana Pembangunan Sejak 2021

Rencana pendirian monumen ini sebenarnya telah digagas sejak tahun 2021. Saat itu, Hasto menyampaikan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar dibangun sebuah monumen di kawasan Kantor DPP PDIP, sebagai penanda sejarah perjuangan demokrasi.

Monumen tersebut diharapkan menjadi simbol bahwa pengorbanan para korban tidak sia-sia, sekaligus menjadi pengingat bagi generasi muda agar Indonesia tidak kembali terjerumus ke dalam praktik kekuasaan yang represif.

Kilas Balik Tragedi Kudatuli

Peristiwa Kudatuli terjadi pada 27 Juli 1996, ketika kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, diserang. Kerusuhan tersebut dipicu oleh dualisme kepemimpinan partai antara kubu Megawati Soekarnoputri dan Soerjadi.

Berdasarkan penyelidikan Komnas HAM, tragedi ini mengakibatkan 5 orang meninggal dunia, 149 orang luka-luka, serta 23 orang dinyatakan hilang. Kerugian materiel diperkirakan mencapai sekitar Rp 100 miliar.

Penulis : Angga Saputra

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Presiden Argentina Batal ke AS karena Takhayul, Pilih Nonton Final Piala Dunia 2026 dari Rumah

Selanjutnya

Fenomena ‘Dukun Piala Dunia’, Dari Ritual Peru hingga ‘La Brujineta’

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Genap 1 Tahun, PESTOL Diapresiasi Tokoh Lintas Organisasi: Simbol Persaudaraan Banyumas yang Sejati

Genap 1 Tahun, PESTOL Diapresiasi Tokoh Lintas Organisasi: Simbol Persaudaraan Banyumas yang Sejati

Senin, 20 Juli 2026

Air Mata Messi di Akhir Laga: Argentina Gagal Pertahankan Gelar, Spanyol Juara

Air Mata Messi di Akhir Laga: Argentina Gagal Pertahankan Gelar, Spanyol Juara

Senin, 20 Juli 2026

Bukan Sekadar Buku, Karya Mahasantri Ma’had Aly Andalusia Tembus Tokoh Nasional dan Berbagai Daerah

Bukan Sekadar Buku, Karya Mahasantri Ma’had Aly Andalusia Tembus Tokoh Nasional dan Berbagai Daerah

Senin, 20 Juli 2026

Selanjutnya
Fenomena ‘Dukun Piala Dunia’, Dari Ritual Peru hingga ‘La Brujineta’

Fenomena 'Dukun Piala Dunia', Dari Ritual Peru hingga 'La Brujineta'

Deretan “Bintang” di Tim Khusus Kejagung: 9 Jaksa Alumni KPK Tangani Perkara FA

Kejagung Masih Perdalam Bukti Kasus Krakatau Steel dan Batu Bara, Belum Tetapkan Tersangka Baru

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com