NASIONAL – Pemerintah resmi meluncurkan Program Magang Nasional (PMN) 2026 dengan target ambisius menjaring 150.000 peserta. Program yang memasuki tahun kedua ini mencatat peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang menampung 100.000 peserta.
Pendaftaran akan dibuka bertahap dalam tiga gelombang (@50.000 peserta) mulai 15 Juli 2026. Yang menarik, program tahun ini tidak hanya menyasar lulusan S1, tetapi juga terbuka bagi lulusan pendidikan profesi dan penyandang disabilitas.
Dari 100.000 peserta Magang Nasional 2025, sebanyak 30 persen langsung diterima bekerja di perusahaan tempat mereka magang.
Angka ini terbilang signifikan mengingat jumlah pelamar mencapai hampir 400.000 orang, menunjukkan tingginya kepercayaan generasi muda terhadap program inisiatif Presiden Prabowo Subianto ini.
Gaji Layak dan Pendampingan Mentor
Selama enam bulan magang, peserta tidak sekadar “nambah pengalaman”. Mereka mendapatkan gaji berkisar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan, tergantung upah minimum di wilayah masing-masing. Peserta juga didampingi mentor atau pekerja senior untuk mengasah keterampilan.
Ketua Lembaga Pemeriksa Halal dan Kajian Halalan Thayyiban PP Muhammadiyah, Dr. Ir. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, M.Sc., menilai program ini sejalan dengan prinsip bekerja yang berkah.
“Penghasilan halal harus diiringi proses adil, transparan, dan tidak mengeksploitasi tenaga anak bangsa tanpa imbalan pantas,” ujar Hosen dalam keterangan tertulis yang diterima Indiebanyumas.
Menurutnya, program ini adalah ikhtiar nyata negara menjawab persoalan pengangguran terdidik. “Ini bukan sekadar kebijakan teknis ketenagakerjaan, melainkan jembatan bagi lulusan perguruan tinggi agar segera terserap ke dunia kerja dengan penghasilan layak,” tambahnya.
Ruang bagi Difabel dan Lulusan Profesi
Kebijakan inklusif menjadi sorotan utama tahun ini. “Ada tambahan peserta dari pendidikan profesi dan saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” kata Hosen.
Hosen menyambut positif langkah ini. “Penyandang disabilitas selama ini kerap terhalang stigma dan minimnya kesempatan setara. Dengan kebijakan ini, pemerintah mengirim pesan kuat bahwa kompetensi tidak mengenal latar belakang fisik maupun jalur pendidikan.”
Ia menilai langkah ini selaras dengan nilai keadilan dalam ajaran Islam dan semangat memuliakan manusia (karamatul insan).
Pesan untuk Generasi Muda
Hosen mengingatkan generasi muda untuk tidak menyia-nyiakan peluang ini. “Jadikan kompetisi sebagai guru terbaik. Pelihara jaringan profesional yang terbangun selama magang, karena relasi baik adalah bekal berharga bagi karier jangka panjang.”
Ia juga mengajak para pencari kerja untuk tidak apatis. “Pemerintah hadir menjembatani persoalan pengangguran terdidik. Jangan biarkan kekhawatiran mengalahkan cita-cita.”
Pendaftaran Magang Nasional 2026 dibuka 15 Juli mendatang. Para calon peserta diimbau mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk memanfaatkan program yang dinilai menjadi batu loncatan meraih karier halal dan berkah ini
Penulis : Angga Saputra






