PURWOKERTO – Kabupaten Banyumas resmi mencatatkan diri sebagai ruang kolaborasi para pegiat media sosial, jurnalis digital, kreator konten, dan pengelola komunitas melalui gelaran Sosial Media Summit (SMS) 2026. Selama tiga hari, 26–28 Juni 2026, lebih dari 50 peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta terlibat dalam rangkaian diskusi, eksplorasi destinasi wisata, hingga produksi konten digital.
Pembukaan kegiatan berlangsung di Pendopo Si Panji dan disambut langsung oleh Bupati Banyumas, H. Sadewo Tri Lastiono. Dalam sambutannya, Sadewo mengapresiasi inisiatif komunitas digital yang dinilainya mampu menghadirkan wajah baru promosi daerah melalui kekuatan media sosial.
“Kami mengapresiasi Sosial Media Summit 2026. Saya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti sekali, tetapi bisa diselenggarakan minimal dua kali dalam setahun. Banyumas memiliki begitu banyak potensi wisata, budaya, kuliner, ekonomi kreatif, hingga UMKM yang layak dikenal lebih luas melalui karya-karya kreatif para pegiat media sosial,” ujar Sadewo di hadapan peserta, Jumat (26/6).
Jelajah Destinasi dan Event Spektakuler
Selama pelaksanaan, peserta diajak menyusuri berbagai destinasi unggulan Banyumas, mulai dari kawasan heritage Kota Lama Banyumas, wisata alam Baturraden, sentra kuliner, hingga ikon ekonomi kreatif. Setiap lokasi menjadi laboratorium kreatif bagi para kreator untuk menghasilkan foto, video, artikel, reels, dan konten digital yang dipublikasikan melalui berbagai platform media sosial.
Tak hanya itu, peserta juga disuguhi tiga agenda spektakuler yang semakin mengukuhkan Banyumas sebagai kota pertunjukan (city of events), yaitu:
· Lengger Bicara
· Jazz Gunung Slamet
· Festival Balon Udara oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)
Ketiga event tersebut menghadirkan pengalaman berbeda yang memperlihatkan kekayaan seni, budaya, musik, dan kreativitas masyarakat Banyumas. Bagi para peserta, rangkaian acara tersebut menjadi bukti bahwa Banyumas tengah membangun identitas baru sebagai daerah kaya event berkualitas dan mampu menarik perhatian publik nasional.
Membangun Ekosistem, Bukan Sekadar Event
Inisiator kegiatan sekaligus Founder @InfoPurwokerto, Irfan Bahtiar, mengatakan bahwa Sosial Media Summit lahir dari keyakinan bahwa promosi daerah tidak lagi cukup mengandalkan media konvensional. Komunitas digital, menurutnya, kini menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun citra daerah sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Kami ingin membangun ekosistem, bukan sekadar menggelar acara. Sosial Media Summit menjadi ruang bertemunya para kreator, media, komunitas, pelaku wisata, UMKM, dan pemerintah agar lahir kolaborasi yang berkelanjutan. Banyumas memiliki cerita yang luar biasa, dan tugas kita adalah mengemasnya menjadi narasi yang menarik sehingga dikenal lebih luas,” jelas Irfan.
Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan perdana ini menjadi modal penting untuk membangun agenda tahunan yang lebih besar. Ke depan, Sosial Media Summit diharapkan tidak hanya menghadirkan peserta dari Jateng dan DIY, tetapi juga mampu menarik kreator digital dari berbagai daerah di Indonesia.
Tutup dengan Ribuan Konten dan Harapan Baru
Berakhirnya Sosial Media Summit 2026 menandai babak baru kolaborasi antara pemerintah, komunitas digital, media, dan pelaku industri kreatif di Banyumas. Ribuan konten digital yang diproduksi peserta selama kegiatan berlangsung menjadi jejak promosi yang akan terus bergulir di berbagai platform.
Lebih dari sekadar forum kreator, SMS 2026 berhasil memperlihatkan bahwa Banyumas kini bukan hanya dikenal sebagai kota wisata dan kuliner, tetapi juga sedang tumbuh sebagai pusat lahirnya event-event kreatif berskala nasional yang mampu mengubah wajah Banyumas di mata publik luas.
Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra








