PURWOKERTO – Kabar membanggakan datang dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Dr. Tyas Retno Wulan, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), resmi terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Program Studi Sosiologi Indonesia (APSSI) untuk masa bakti 2026–2030.
Pemilihan berlangsung dalam Kongres V APSSI yang digelar di Hotel Paragon, Bali, pada Rabu (24/6/2026). Dalam kongres tersebut, Tyas berhasil meraih dukungan mayoritas dengan perolehan 95 suara dari sekitar 158 peserta yang hadir, mewakili berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Hasil ini mengantarkannya menggantikan Harmona Daulay sebagai ketua umum periode sebelumnya.
Visi Besar APSSI ke Depan
Usai penetapan, Tyas menegaskan bahwa APSSI ke depan harus lebih responsif terhadap berbagai isu sosial kontemporer yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, asosiasi ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah akademik, tetapi juga harus menjadi ruang kolaborasi yang melahirkan kontribusi nyata bagi bangsa.
“Ke depan, APSSI harus mampu menjadi ruang kolaborasi yang aktif dalam merespons berbagai persoalan dan isu-isu kontemporer di Indonesia. Selain memperkuat pengembangan program studi dan kurikulum, kami juga ingin menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kajian dan pemikiran sosiologi,” ujar Tyas dalam sambutannya.
Ia juga mengajak seluruh anggota APSSI untuk membangun semangat kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi selama empat tahun ke depan.
“Bismillah, saya yakin dengan semangat kebersamaan seluruh anggota APSSI, kita dapat berkolaborasi menjawab berbagai tantangan serta memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi APSSI tetapi juga bagi masyarakat Indonesia,” imbuhnya.
Langkah Strategis Setelah Terpilih
Tyas saat ini juga menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama di FISIP Unsoed. Setelah ditetapkan sebagai Ketua Umum APSSI, ia bersama tim formatur akan segera menyusun kepengurusan APSSI periode 2026–2030.
Langkah awal ini difokuskan untuk merumuskan program kerja strategis yang berkelanjutan, termasuk penguatan kurikulum sosiologi di berbagai kampus, peningkatan kualitas riset, serta penguatan peran sosiologi dalam kebijakan publik di Indonesia.
Prestasi bagi Unsoed dan Dunia Akademik Sosiologi
Pemilihan Tyas sebagai ketua umum APSSI menambah deretan prestasi Unsoed di kancah nasional. Pencapaian ini sekaligus menegaskan posisi Program Studi Sosiologi Unsoed sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu sosial yang diperhitungkan di Indonesia.
Kongres V APSSI sendiri berlangsung selama tiga hari dan dihadiri oleh para akademisi, peneliti, serta praktisi sosiologi dari berbagai daerah. Agenda utama kongres meliputi evaluasi program kerja lama, pemilihan pengurus baru, serta perumusan rekomendasi kebijakan untuk penguatan pendidikan sosiologi di tanah air.
Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra







