BANYUMAS – Panitia Konferensi Cabang (Konfercab) Muslimat NU Banyumas menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam proses persidangan hingga pemilihan ketua. Seluruh mekanisme tersebut sepenuhnya menjadi wewenang pimpinan sidang pleno.
Dilansir dari portal NU Online Banyumas, Ketua Panitia Konfercab Muslimat NU Banyumas, Hj Rofingah, menyatakan bahwa tugas kepanitiaan telah dijalankan sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan.
“Panitia menyiapkan seluruh kebutuhan konferensi, termasuk sarana pendukung proses pemilihan apabila diperlukan,” ujar Rofingah, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, konferensi cabang kali ini dihadiri oleh 21 Pengurus Anak Cabang (PAC) dan 280 pimpinan ranting. Meski demikian, kata dia, panitia tidak masuk ke dalam tahapan inti persidangan.
Rofingah menjelaskan bahwa proses yang berlangsung di dalam sidang pleno sepenuhnya dipimpin dan dimandatkan kepada pimpinan sidang yang berwenang. Mulai dari pembahasan tata tertib, laporan pertanggungjawaban, penjaringan bakal calon, hingga penetapan calon ketua terpilih.
“Dengan demikian, panitia hanya mendukung aspek teknis penyelenggaraan, bukan pengambilan keputusan dalam pemilihan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, dinamika pasca pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) Muslimat NU Kabupaten Banyumas memanas. Sebanyak 17 Pimpinan Anak Cabang (PAC) menyatakan menolak hasil konferensi yang digelar Minggu (7/6/2026) dan menuntut diadakannya konferensi ulang atau Konfercab Luar Biasa (KLB).
Penolakan ini disampaikan para perwakilan PAC yang menilai proses konferensi tidak sesuai tata tertib organisasi. Mereka juga menduga adanya intervensi yang memengaruhi jalannya sidang.
Daftar 17 PAC Penolak
Berikut 17 PAC yang tergabung dalam pernyataan sikap penolakan:
· PAC Sumpiuh
· PAC Kemranjen
· PAC Patikraja
· PAC Rawalo
· PAC Jatilawang
· PAC Wangon
· PAC Lumbir
· PAC Gumelar
· PAC Cilongok
· PAC Karanglewas
· PAC Kedungbanteng
· PAC Baturraden
· PAC Sumbang
· PAC Purwokerto Selatan
· PAC Purwokerto Barat
· PAC Kebasen
· PAC Purwojati
Tudingan Arahan hingga Kampanye Terselubung
Ketua PAC Muslimat NU Sumpiuh, Nurul Bahiyah, mengakui konferensi secara umum berjalan aman dan lancar. Namun, masalah muncul setelah sambutan dari Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyumas.
“Awalnya kegiatan berjalan lancar, aman, tentram. Namun setelah sambutan dari pimpinan PCNU Banyumas, isi sambutan tersebut bukan sekadar sambutan, melainkan sudah mengarah pada pengarahan, intimidasi, bahkan kampanye kepada salah satu calon,” ujarnya.
Keberatan peserta semakin kuat saat pembahasan tata tertib konferensi. Nurul menilai pleno pertama dan kedua tidak berjalan sesuai mekanisme.
“Pleno satu dan dua dibacakan, kemudian saat pembahasan tata tertib sampai pasal 13 atau 14, tiba-tiba diambil alih oleh pimpinan wilayah. Proses ini tidak sesuai dengan tata tertib yang berlaku,” katanya.
Penulis : Angga Saputra








