INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Jane Negara Indonesia Iku Opo Tokh

Ekonom Yudhie Haryono Sebut Kasus Bank Mandiri Taspen Purwokerto Tamparan bagi Sistem Pengawasan

Prof. Yudhie Haryono PhD.

Selasa, 9 Juni 2026

Prof. Yudhie Haryono PhD
CEO Nusantara Centre

Sejarah Indonesia pada dasarnya bukan dimulai dari bencana alam, bukan dari revolusi, dan bukan pula dari rakyat miskin yang marah. Sejarah negara kita dimulai dari kebutuhan manusia untuk saling memanusiakan.

Kisah Indonesia dimulai dengan gotong royong, tapi dinikmati dengan gotong nyolong. Indonesia diproduksi dengan “melihat ke luar” tapi ditradisi dengan “melihat ke dalam.” Indonesia diciptakan dengan pluralisme tapi dibiasakan dengan sinisme.

Dulu, seiya sekata lalu seiya sekapital dan segunung selautan rakusnya. Maka, lidah elite-elite kita nggedabruz penuh kasih. Tapi, egonya lebih keras daripada imannya. Akhirnya, elite-elite itu di republik ini cuma merasa iman tanpa amal; bangga saleh ritual, anti saleh sosial.

Sifat dan sikap aslinya khianat bin munafik: ngomong tanpa melakukan. Tentu saja, menghabisi praktik kedunguan itu menjengkelkan tapi menikam mati kebodohan yang berkuasa jauh lebih melelahkan.

Karenanya, perbanyak tenaga dan kejeniusan jika ingin menang dalam arena peperangan semesta ini. Perluas pengetahuan dan perkuat iman jika ingin kokoh dalam arena tanding yang tidak tak berkesudahan.

Kini membaca dan mencandramu: Aku telah tak pedulikan badai yang dulu tinggal di jiwaku; banjir yang pernah bandang kini hanya lewat pelan seperti ibu yang menyelimuti anaknya sebelum tidur. Caci maki hanya derit suara yang kubiarkan berlalu tanpa didengarkan apalagi diperhatikan.

Padahal, “masalah makan, ini masalah sakral,” demikian presiden Prabowo tegaskan berkali-kali di depan pejabat dan warga negara. “Makan” selalu berhubungan dengan kemerdekaan, kedaulatan, persamaan nasib dan perjuangan, serta tradisi memanusiakan sesama: sebagai pondasi hadirnya Indonesia.

Tetapi, kudengar para penghuni Indonesia mendengkur karena lelah bercumbu di luar. Tentu getir. Tapi mungkin itu takdir: ditolak dan dicampakkan candu yang dulu begitu menggelegar. Semesta mengujiku begitu dahsyat: prestasiku hanya sesaat dan disayat-sayat.

81 tahun lalu. Para pendiri republik dan segala kenangan. Dalam derap perlawanan. Di bawah payung agung pikiran kenusantaraan. Menyatu dalam waktu yang berjalan. Menyusun optimisme dan merenda keajaiban.

Padahal, bermilyar purnama lalu aku menunggumu di sini. Tetapi, kamu tak pernah mau tahu. Kamu terterjang banjir besar (pasar dan neoliberal) sampai membawa semua politisi kita untuk mengkhianati pancasila dan konstitusi asli. Ya, kemiskinan itu memabukkan, tetapi kekayaan jauh lebih melenakan dan kekuasaan itu candu yang menerjang lebih cepat dari peluru.

Setelah semilyar purnama, sadar aku kini sendirian. Kehilangan jiwa raga kalian yang sunyi dalam bayangan. Kota-kota Purwokerto, Solo, Semarang, Jogja dan Jakarta hanya abjad. Jalan-jalan itu tinggal tapak debu tersapu letusan Merapi dan kesengsaraan. Buku, jurnal dan artikel tak lagi bernyawa dalam api keindonesiaan.

Akhirnya, setelah meriset dan menerbitkan buku-buku yang bermutu hatiku memilih diam bukan karena sudah tidak merasa, tetapi karena telah mengerti: beberapa luka cukup dikenang tanpa harus dibuka lagi. Meriset, mengetik, mengajar, menunggu, mati (5M) itu kini takdirku. Begitulah kisah kasih di sejarah tanah airku, tumpah darahku dan legenda udaraku.(*)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Kasus Dugaan Penipuan Nasabah Bank oleh Eks Pegawai Bank Mandiri Taspen Melebar, Dua Nama Baru Muncul: Dini dan Rio

Selanjutnya

Tak Hanya Pembinaan, Lapas Purwokerto Pastikan Warga Binaan Bebas Penyakit Menular

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Khittah NU untuk Siapa?

Khittah NU untuk Siapa?

Selasa, 9 Juni 2026

1.254 Anak Kembali Mengenyam Pendidikan, Penanganan 28 Persen ATS Masih Belum Rampung

1.254 Anak Kembali Mengenyam Pendidikan, Penanganan 28 Persen ATS Masih Belum Rampung

Selasa, 9 Juni 2026

Tak Hanya Pembinaan, Lapas Purwokerto Pastikan Warga Binaan Bebas Penyakit Menular

Tak Hanya Pembinaan, Lapas Purwokerto Pastikan Warga Binaan Bebas Penyakit Menular

Selasa, 9 Juni 2026

Selanjutnya
Tak Hanya Pembinaan, Lapas Purwokerto Pastikan Warga Binaan Bebas Penyakit Menular

Tak Hanya Pembinaan, Lapas Purwokerto Pastikan Warga Binaan Bebas Penyakit Menular

1.254 Anak Kembali Mengenyam Pendidikan, Penanganan 28 Persen ATS Masih Belum Rampung

1.254 Anak Kembali Mengenyam Pendidikan, Penanganan 28 Persen ATS Masih Belum Rampung

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com