BANYUMAS – Sebuah rumah milik Wagini (51) di Desa Kecila, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, hangus terbakar pada Jumat pagi (29/5/2026). Tak biasa, api diduga sengaja dinyalakan oleh anak kandung korban sendiri yang tengah mengalami gangguan kejiwaan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB itu. Namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp22 juta.
Kronologi Bermula dari Ledakan
Warga sekitar sempat mendengar suara ledakan dari dalam rumah Wagini sebelum api membesar.
“Kami dengar seperti ada letupan, lalu langsung mencari sumbernya. Ternyata rumah Bu Wagini sudah terbakar,” ujar Martoyo, saksi di lokasi.
Warga langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya sembari melapor ke kepolisian, perangkat desa, dan pemadam kebakaran.
Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi, SH, SIK, MH menjelaskan, petugas segera dikerahkan ke lokasi begitu laporan diterima.
“Petugas langsung bergerak cepat untuk melakukan pengamanan dan membantu pemadaman. Tak berselang lama, api berhasil dikendalikan,” ujarnya.
Dari hasil penyelidikan awal, api dipicu oleh DGS (32), anak kandung korban. Keluarga dan perangkat desa menyebut yang bersangkutan telah mengalami gangguan kejiwaan selama kurang lebih satu tahun.
“Terduga pelaku diduga mengalami gangguan psikologis yang semakin memburuk, sehingga memicu tindakan tersebut,” terang Kapolres.
Kerugian Capai Rp22 Juta
Selain merusak bangunan, kebakaran ini juga menghanguskan sejumlah barang berharga milik korban, seperti:
· Tempat tidur
· Lemari
· Televisi
· Uang tunai Rp2 juta yang tersimpan di dalam rumah
Pelaku Dibawa ke RSUD, Keluarga Pilih Jalur Kekeluargaan
Pasca kejadian, pemerintah desa bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan keluarga membawa DGS ke RSUD Banyumas untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Keluarga korban memilih tidak menempuh jalur hukum dan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
Imbauan Kapolresta: Jangan Abaikan Kesehatan Jiwa
Kapolresta Banyumas mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mental anggota keluarga.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penanganan gangguan kejiwaan tidak bisa diabaikan. Dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting untuk mencegah kejadian serupa,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi dilaporkan telah kondusif. Aparat kepolisian terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan pihak terkait.
Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra






